Wabup Sukamara Tekankan Pencegahan Stunting Sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Dok : Antara Kalteng News

Kaltengpedia – Sukamara – Wakil Bupati Sukamara, Nur Efendi menegaskan bahwa stunting masih menjadi persoalan serius yang harus ditangani secara bersama karena berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Hal tersebut disampaikan Nur Efendi saat menghadiri Rapat Koordinasi Intervensi Pencegahan Stunting Tahun 2026 di Sukamara, Rabu. Kegiatan tersebut dihadiri lintas sektor, organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa sebagai bentuk penguatan sinergi dalam percepatan penanganan stunting.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada fase inilah pertumbuhan dan perkembangan anak sangat menentukan,” kata Nur Efendi.

Ia menjelaskan, anak yang mengalami stunting tidak hanya mengalami gangguan pertumbuhan fisik, tetapi juga berisiko mengalami hambatan perkembangan otak dan penurunan tingkat kecerdasan.

“Stunting bukan hanya soal tubuh pendek, tetapi juga memengaruhi kualitas generasi penerus. Dampaknya bisa sampai pada produktivitas saat dewasa dan meningkatkan risiko penyakit degeneratif,” ujarnya.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Sukamara pada tahun 2022 berada di angka 21,8 persen. Angka tersebut sempat meningkat menjadi 29,1 persen pada tahun 2023 berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), sebelum kembali turun menjadi 20,1 persen pada tahun 2024.

Menurut Nur Efendi, penurunan angka tersebut menunjukkan adanya kemajuan, meski masih belum mencapai target nasional sebesar 17,5 persen.

“Karena itu diperlukan penguatan peran seluruh sektor, baik OPD, pemerintah kecamatan, desa hingga masyarakat dalam melakukan pencegahan stunting,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Sukamara juga terus mendorong langkah pencegahan melalui pendampingan terhadap remaja putri, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita usia 0–23 bulan yang berisiko mengalami masalah gizi.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemkab Sukamara berharap dapat melahirkan langkah konkret dan intervensi yang tepat sasaran guna menekan kasus stunting baru sekaligus mempercepat terwujudnya Sukamara bebas stunting. (Yd/Kalped)

Pos terkait