Dugaan Aktivitas Situs Berisiko Tinggi (Judi Online) di Kalimantan Tengah

Dok : litbang kaltengpedia

kaltengpedia.com – LITBANG KALTENGPEDIA melalui Kaltengpedia Research & Insight merilis hasil analisa data indikatif terkait dugaan peningkatan aktivitas situs berisiko tinggi (judol) di 13 kabupaten dan 1 kota di Kalimantan Tengah sepanjang Januari–November 2025.

Dari total 4.821 nomor yang terindikasi pernah melakukan registrasi pada situs berisiko tinggi dan 2.306 sampel transaksi digital, terdapat lima daerah dengan tingkat dugaan aktivitas paling tinggi berdasarkan KalPed Risk Index 2025.

Metode & Indikator KalPed Dasbord

Analisa ini menggunakan tiga indikator berbasis sampel anonim:

  1. Nomor HP yang terdeteksi mendaftar/aktif pada situs berisiko tinggi.

  2. Rekaman sampel transaksi top-up/withdraw ke akun finansial mencurigakan.

  3. Pemetaan wilayah & frekuensi melalui KalPed Dasbord (risk mapping).

5 Daerah dengan Dugaan Aktivitas Tertinggi

(Urutan berdasarkan skor indeks risiko regional)

1. Barito Utara

KalPed Index: 91/100 – Risiko Sangat Tinggi
Nomor Terindikasi: 1.144
Transaksi Sampel: 612

Poin analisa (dugaan):

  • Lonjakan indikatif pendaftaran baru: 43% sejak Juli 2025.

  • Pola transaksi Rp150 ribu–Rp1,2 juta per sesi.

  • 27 nomor kategori intensive activity (>50 transaksi/bulan).

  • Aktivitas terpusat di Teweh Tengah & Teweh Baru.

2. Kapuas

KalPed Index: 88/100 – Risiko Sangat Tinggi
Nomor Terindikasi: 997
Transaksi Sampel: 538

Poin analisa (dugaan):

  • Aktivitas dominan di Kuala Kapuas.

  • Minimarket & e-wallet mendominasi pola pembayaran.

  • 18 akun memakai lebih dari dua metode transaksi.

3. Kotawaringin Timur

KalPed Index: 84/100 – Risiko Tinggi
Nomor Terindikasi: 901
Transaksi Sampel: 442

Poin analisa (dugaan):

  • Didominasi wilayah industri & pinggiran Sampit.

  • Banyak muncul burner number.

  • Aktivitas tinggi pada jam 22.00–02.00.

4. Kota Palangka Raya

KalPed Index: 79/100 – Risiko Tinggi
Nomor Terindikasi: 654
Transaksi Sampel: 361

Poin analisa (dugaan):

  • Mayoritas rentang usia 19–35 tahun.

  • Frekuensi top-up kecil namun intens.

  • E-wallet dominan: DANA & OVO.

5. Seruyan

KalPed Index: 72/100 – Risiko Sedang–Tinggi
Nomor Terindikasi: 528
Transaksi Sampel: 253

Poin analisa (dugaan):

  • Klaster utama di Seruyan Hilir & Danau Sembuluh.

  • Sering menggunakan remitansi kurir.

  • 7 akun terindikasi menunjukkan pola operator lokal (indikatif, non-konklusif).

Analisis Umum Litbang Kaltengpedia

Dari 14 wilayah, lima daerah ini menyumbang ±67% dari total dugaan aktivitas yang terdeteksi.

Faktor umum pendorong (tidak terkait individu/instansi):

  • Akses internet semakin luas.

  • Kemudahan e-wallet & transaksi digital.

  • Peredaran link situs berisiko tinggi.

  • Minimnya literasi digital & literasi keuangan.

Tabel Ringkas KalPed Dasbord Index 2025

Daerah Nomor Terindikasi Transaksi Risk Index Kategori
Barito Utara 1.144 612 91 Sangat Tinggi
Kapuas 997 538 88 Sangat Tinggi
Kotim 901 442 84 Tinggi
Palangka Raya 654 361 79 Tinggi
Seruyan 528 253 72 Sedang–Tinggi

 

  1. Terdapat indikasi peningkatan aktivitas situs berisiko tinggi (judol) di berbagai wilayah Kalteng pada 2025.

  2. Data bersifat indikatif dan tidak menyimpulkan pelanggaran hukum oleh individu mana pun.

  3. Lima wilayah dengan indeks risiko tertinggi adalah:
    Barito Utara, Kapuas, Kotawaringin Timur, Palangka Raya, dan Seruyan.

  4. Seluruh data berbasis sampel anonim melalui KalPed Dasbord tanpa menyebut identitas pribadi.

“Litbang Kaltengpedia berharap temuan statistik ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama, termasuk bagi aparat penegak hukum dalam peningkatan edukasi, pencegahan, dan penindakan terhadap praktik judi online secara umum di Kalimantan Tengah, sesuai dengan kewenangan dan ketentuan perundang-undangan.”

Pos terkait