Kabut Asap Palangka Raya Belum Reda, Mengapa 16 Penerbangan Dibatalkan
Dok : Istimewa
Kaltengpedia.com – Kabut asap Palangka Raya kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Kalimantan Tengah. Sebanyak 16 jadwal penerbangan domestik dibatalkan pada Senin (26/10/2026) akibat jarak pandang di kawasan bandara yang menurun sehingga menghambat operasional penerbangan.
Pembatalan tersebut terdiri atas delapan penerbangan kedatangan dan delapan keberangkatan. Berdasarkan data papan informasi penerbangan hingga pukul 15.23 WIB, asap tebal yang menyelimuti kawasan bandara menyebabkan jarak pandang di landasan pacu terbatas. Kondisi ini berdampak langsung terhadap penerbangan dari dan menuju Palangka Raya.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, mengatakan gangguan akibat kabut asap masih berlangsung hingga Selasa (27/10/2026) pagi. Dalam beberapa waktu terakhir, operasional penerbangan mengalami gangguan signifikan karena jarak pandang belum mendukung aktivitas penerbangan secara aman.
Sejumlah penerbangan kedatangan yang dibatalkan antara lain Super Air Jet dari Surabaya dan Semarang, Lion Air dari Surabaya, serta Batik Air, Garuda Indonesia, dan Citilink dari Jakarta. Sementara itu, penerbangan keberangkatan yang terdampak mencakup rute menuju Jakarta, Surabaya, dan Semarang yang dilayani beberapa maskapai tersebut.
Pihak pengelola bandara menegaskan bahwa keputusan pembatalan dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan dan ketentuan keselamatan penerbangan. Keselamatan penumpang, awak pesawat, serta seluruh pengguna jasa bandara menjadi pertimbangan utama dalam menentukan apakah penerbangan dapat dioperasikan.
Manajemen Bandara Tjilik Riwut juga terus memantau perkembangan jarak pandang bersama maskapai dan pemangku kepentingan terkait. Operasional penerbangan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan serta standar keselamatan yang berlaku.
Calon penumpang yang memiliki jadwal keberangkatan dari maupun kedatangan ke Palangka Raya diimbau memeriksa status penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi perubahan jadwal, pembatalan, maupun penyesuaian perjalanan selama kabut asap masih mengganggu aktivitas penerbangan.
Gangguan ini kembali memperlihatkan dampak kabut asap terhadap mobilitas masyarakat di Kalimantan Tengah. Selain menghambat perjalanan udara, kondisi jarak pandang yang terbatas juga membuat keputusan operasional harus mengutamakan keselamatan hingga situasi memungkinkan penerbangan kembali berjalan normal.
