Karhutla Kalteng Tak Cuma Bakar Lahan,DPRD Takut Kemiskinan Ikut Terancam Naik?

Screenshot 2026-10-08 123417

Dok : Istimewa

Kaltengpedia.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak hanya menyisakan persoalan kabut asap dan kesehatan, tetapi juga mulai berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut membuat DPRD Kalteng khawatir dampak karhutla dapat ikut mendorong peningkatan angka kemiskinan.

Sekretaris Komisi II DPRD Kalteng Hero Harapanno Mandouw meminta pemerintah menyiapkan langkah antisipasi agar masyarakat tidak mengalami dampak ekonomi berkepanjangan akibat karhutla. Menurutnya, mata pencaharian warga berpotensi terganggu karena aktivitas ekonomi lokal ikut terdampak.

“Mata pencaharian masyarakat pastinya terganggu, sehingga ada celah meningkatkan angka kemiskinan. Jadi inilah yang pemerintah lihat untuk mengantisipasi,” kata Hero, Kamis (8/10/2026).

Hero menyebut kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2026, jumlah penduduk miskin di Kalteng mencapai 146,71 ribu orang atau 5,09 persen. Angka itu meningkat sekitar 4,96 ribu orang dibandingkan September 2025.

Ia mengingatkan agar persoalan kemiskinan tidak semakin membesar akibat dampak karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalteng. Pemerintah provinsi dinilai perlu menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi kemungkinan penurunan produksi pertanian, terganggunya kegiatan ekonomi masyarakat hingga melemahnya daya beli.

“Karena karhutla ini kan tidak hanya dampak kesehatan yang dilihat, tapi ada sisi sosial ekonomi yang perlu diprioritaskan juga. Kita tidak ingin masyarakat merasakan dampak ganda,” ujarnya.

Hero juga meminta penanganan karhutla tidak berhenti pada pemadaman ketika bencana terjadi. Menurutnya, kejadian tahun ini perlu menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat langkah pencegahan pada tahun berikutnya.

Ia menilai perencanaan mitigasi perlu disiapkan sejak dini agar karhutla tidak terus berulang setiap tahun dengan dampak yang semakin luas terhadap kehidupan masyarakat.

“Kita tentu belajar dari kejadian yang saat ini dirasakan, jadi jangan sampai kejadian ini dirasakan lagi tahun nanti. Dari sekarang itu, perencanaan antisipasi harus siap supaya bisa dilakukan tahun depan,” pungkasnya.