Hujan Turunkan Asap di Palangka Raya, Mengapa Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Belum Normal
Dok : Antara Kalteng News
Kaltengpedia.com – Aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Kalimantan Tengah, belum kembali normal hingga Selasa (27/10/2026), meskipun hujan mulai memperbaiki kondisi cuaca di wilayah setempat. Gangguan jarak pandang akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa waktu terakhir membuat operasional penerbangan terbatas dan memengaruhi kepastian perjalanan penumpang.
Humas Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Andi Wiguna, mengatakan dalam kurun waktu sekitar sepekan terakhir hampir tidak ada aktivitas penerbangan. Sempat terdapat satu penerbangan Garuda Indonesia, tetapi setelah itu belum ada penerbangan kembali hingga Selasa. Kondisi tersebut menunjukkan dampak kabut asap terhadap aktivitas transportasi udara di ibu kota Kalimantan Tengah masih terasa.
Andi menjelaskan jarak pandang mulai membaik hingga sekitar 3.000 meter. Namun, kondisi tersebut belum otomatis membuat penerbangan kembali beroperasi karena keputusan tetap bergantung pada pertimbangan masing-masing maskapai. Perusahaan penerbangan juga mengevaluasi dampak gangguan sebelumnya, termasuk pembatalan, keterlambatan, dan pengalihan penerbangan yang memengaruhi kepastian jadwal perjalanan.
Situasi itu turut mengubah pilihan sebagian calon penumpang. Sejumlah masyarakat memilih Bandara Syamsudin Noor di Kalimantan Selatan sebagai alternatif untuk melanjutkan perjalanan udara. Perubahan pilihan tersebut berdampak pada tingkat keterisian kursi penumpang dan menjadi salah satu pertimbangan maskapai dalam menentukan operasional penerbangan dari dan menuju Palangka Raya.
Pihak pengelola Bandara Tjilik Riwut bersama maskapai dan pihak terkait terus melakukan evaluasi serta koordinasi untuk memulihkan aktivitas penerbangan. Meski operasional belum kembali normal, kondisi bandara dilaporkan tetap kondusif dan pelayanan kepada pengguna jasa masih berjalan. Pemulihan penerbangan diharapkan berlangsung seiring membaiknya kondisi cuaca dan hasil evaluasi operasional masing-masing maskapai.
