Hujan Palangka Raya Turun Dua Hari Berturut-turut, Apakah Ancaman Karhutla Kalteng Mulai Mereda

images (45)

Dok : Istimewa

Kaltengpedia.com – Hujan Palangka Raya mengguyur wilayah ibu kota Kalimantan Tengah selama dua hari berturut-turut hingga Selasa, 27 Oktober 2026. Kondisi ini membawa harapan bagi masyarakat agar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berangsur berkurang, meski ancaman kebakaran belum sepenuhnya hilang.

Hujan turun sejak dini hari hingga pagi pada Selasa, setelah sehari sebelumnya membasahi sejumlah kawasan di Palangka Raya. Hujan juga terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, termasuk Sampit dan Kecamatan Kota Besi, dengan intensitas bervariasi mulai dari gerimis hingga deras disertai guntur. Namun, sebaran dan intensitas hujan di setiap lokasi tidak sama.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Andriani, menjelaskan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah pada Oktober 2026 masih mengalami curah hujan di bawah normal atau kategori rendah. Memasuki November, curah hujan diprakirakan meningkat ke kategori menengah, berkisar 100–300 milimeter per bulan. Sementara itu, periode Desember 2026 hingga Januari 2027 diprediksi menjadi puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Kalteng.

Meski hujan mulai turun, masyarakat diminta tidak lengah terhadap potensi karhutla Kalteng. Curah hujan yang belum merata masih memungkinkan sebagian lahan tetap kering dan mudah terbakar. Warga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas jika menemukan titik api. Pemantauan cuaca dan kondisi lapangan tetap diperlukan untuk memastikan risiko kebakaran benar-benar menurun.