Karhutla Kalteng Ditangani di Area 37,94 Hektare, OMC Kembali Digelar
Dok : Istimewa
Kaltengpedia.com – Penanganan karhutla Kalteng terus diintensifkan setelah luas area kebakaran yang ditangani mencapai 37,94 hektare dalam kurun waktu 24 jam. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama satuan tugas gabungan kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), selain memperkuat pemadaman darat, patroli, dan pendinginan untuk mencegah api meluas.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah pada Selasa (27/10/2026), penanganan karhutla melibatkan 16.478 personel gabungan. Mereka terdiri atas unsur BPBD, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, TNI-Polri, Satbrimob, Masyarakat Peduli Api (MPA), Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), relawan, serta pemerintah daerah dan perusahaan setempat. Petugas terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mengendalikan titik api sekaligus mengurangi risiko kebakaran kembali muncul di lokasi yang telah ditangani.
Selain penanganan langsung di lapangan, pemerintah kembali menggelar OMC bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta TNI Angkatan Udara. Pada penerbangan pertama, pesawat Casa 212-200/A-2105 menyemai 800 kilogram natrium klorida (NaCl) pada ketinggian 10.000 kaki. Penyemaian tersebut menyasar wilayah selatan Kabupaten Pulang Pisau dan selatan Kabupaten Katingan sebagai bagian dari upaya mendukung potensi pembentukan hujan.
Berdasarkan analisis BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Palangka Raya, kondisi atmosfer di Kalimantan Tengah mendukung pembentukan awan hujan. Aktivitas gelombang atmosfer, belokan angin, dan pertemuan angin menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. BMKG juga memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Kabupaten Sukamara, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, dan Katingan. Hujan berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Melalui koordinasi lintas instansi, pemantauan cuaca, OMC, serta pemadaman darat, pengendalian karhutla Kalteng terus dilakukan untuk menekan risiko perluasan kebakaran. Upaya tersebut juga diharapkan dapat melindungi masyarakat, menjaga kesehatan warga dari dampak asap, dan mengurangi kerusakan lingkungan. Penanganan akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca dan situasi kebakaran di lapangan.
