Lima Pesawat TNI AU Dikerahkan, Hujan Guyur Kalteng untuk Tekan Karhutla

tni-au-lakukan-operasi-modifikasi-cuaca-omc-di-kalimantan-dok-istimewa-1793159084754_169

Dok : Istimewa

Kaltengpedia.com – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Minggu (25/10/2026) dan Senin (26/10/2026) dikaitkan dengan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) oleh TNI Angkatan Udara (TNI AU) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Operasi tersebut dilakukan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengurangi dampak kabut asap yang melanda wilayah Kalimantan.

Komandan Pangkalan TNI AU Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, mengatakan lima pesawat TNI AU dikerahkan dalam misi penyemaian awan yang berangkat dari Apron Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, pada Minggu (25/10/2026). Pesawat-pesawat tersebut menjalankan misi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dengan sasaran awan potensial hujan. Menurut Hilman, kesiapan pesawat, dukungan personel, dan kelancaran logistik menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi.

Dalam misi tersebut, dua pesawat NC-212, yakni A-2107 dan A-2119, melaksanakan empat sortie penyemaian dry ice di wilayah tenggara Palangka Raya. Sementara itu, pesawat NC-212 A-2105 melakukan penyemaian natrium klorida (NaCl) di wilayah selatan Palangka Raya. Dua pesawat lainnya, yaitu CN-295 A-2904 dan C-130 A-1328, menjalankan misi penyemaian di wilayah Pulang Pisau, Katingan, Seruyan, hingga Kotawaringin Timur pada ketinggian sekitar 10.000–12.000 kaki.

Hilman mengapresiasi personel penerbang dan tim pendukung yang terlibat dalam operasi tersebut. Ia menyatakan Lanud Sjamsudin Noor akan terus menyiagakan pesawat serta fasilitas pendukung untuk membantu penanganan karhutla. Pelaksanaan OMC diharapkan dapat mendukung pembentukan hujan di wilayah sasaran, sehingga upaya pengendalian kebakaran dan pengurangan kabut asap dapat terbantu.

Meski hujan telah turun di sejumlah wilayah, penanganan karhutla tetap memerlukan pemantauan dan langkah lanjutan. Pemadaman di darat, pengawasan titik api, serta pemantauan kualitas udara tetap penting untuk memastikan dampak kebakaran dapat ditekan. Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan kebakaran agar dapat ditangani petugas.