Kaltengpedia.com – (02/11/2026) Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengalokasikan dana Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp10 miliar untuk memperkuat operasional penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026.

“Penguatan itu termasuk untuk dukungan peralatan, penambahan personel, serta pelayanan kesehatan bagi petugas dan masyarakat terdampak,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi di Palangka Raya, Senin.

Dia mengatakan rincian penggunaan anggaran tersebut telah disusun berdasarkan hasil pengamatan dan kajian bersama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis serta melalui peninjauan Inspektorat.

“Penggunaannya sudah kita susun berdasarkan pengamatan dan pengkajian yang kami lakukan dengan dinas teknis dan sudah direview oleh Inspektorat,” katanya.

Berdasarkan rekapitulasi anggaran, total penggunaan dana yang direncanakan mencapai Rp10 miliar. Alokasi terbesar diarahkan untuk belanja modal peralatan dan mesin sebesar Rp2,45 miliar lebih, belanja bahan bakar minyak (BBM) Rp1,39 miliar lebih dan serta pengadaan peralatan dan mesin sebesar Rp1,25 miliar lebih.

Dia menambahkan bahwa penguatan operasional tersebut sejalan dengan peningkatan jumlah personel satuan tugas (Satgas) penanganan karhutla. BPBD mencatat jumlah personel yang sebelumnya sebanyak 231 orang kini bertambah menjadi 630 orang pada tahap keempat.

“Dari 231 orang, di Satgas tahap keempat ini kita merekrut kembali sampai sejumlah 630,” ujar Hendrikus.

Pada sektor kesehatan, pemerintah kota menyiapkan anggaran Rp291 juta untuk pengadaan bahan medis habis pakai dan Rp462 juta untuk mendukung pelayanan di fasilitas kesehatan. Pemerintah kota juga menyiapkan anggaran bagi masyarakat terdampak karhutla serta perlindungan melalui asuransi bagi 117 relawan yang terlibat dalam penanganan bencana.

Melalui dukungan anggaran tersebut, pemerintah kota berupaya memastikan kebutuhan personel, peralatan, operasional lapangan, dan pelayanan kesehatan dapat terpenuhi sehingga penanganan karhutla berlangsung lebih optimal.

“Totalnya ada 16 kegiatan dengan anggaran total Rp10 miliar. Di dalamnya juga ada pembuatan sumur bor, pengadaan obat-obatan, kegiatan Kodim 1016, Kegiatan Polresta, pelayanan Kesehatan, asuransi ketenagakerjaan relawan dan bantuan untuk masyarakat,” kata Budi.