Beruang Sampit Kaki Putus Belum Ditemukan, Mampukah Tim Menyelamatkannya Sebelum Terlambat?

images (43)

Dok : Istimewa

Kaltengpedia.com – Seekor beruang yang mengalami luka parah pada kaki belakang kiri di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 8, Gang Budi Mufakat, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), belum berhasil ditemukan hingga hari kedua pencarian, Kamis (8/10/2026).

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit bersama sejumlah aktivis lingkungan memperluas pencarian dengan menyisir kebun dan kawasan hutan di sekitar lokasi terakhir beruang terlihat. Sejumlah sumber air, parit hingga lokasi yang berpotensi menyediakan makanan seperti kebun nanas warga turut diperiksa.

Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah mengatakan pencarian terus dilakukan karena kondisi beruang tersebut cukup memprihatinkan. Luka parah pada kaki dikhawatirkan membuat satwa itu sulit bertahan hidup apabila tidak segera mendapatkan pertolongan.

“Kami masih tetap melakukan pencarian dibantu kawan-kawan aktivis lingkungan Sampit. Kalau luka yang dialami beruang seperti itu, lalu hidup di alam, menurut pendapat saya sulit sembuhnya karena bisa saja terkena infeksi. Makanya, kalau ketemu beruangnya mau diselamatkan,” kata Muriansyah, Kamis (8/10/2026).

Tim juga mengerahkan satu unit drone untuk memperluas jangkauan pemantauan. Namun, dari sejumlah titik yang telah diperiksa, keberadaan beruang tersebut belum ditemukan.

Beruang itu pertama kali dilaporkan muncul pada Selasa (6/10/2026). Dalam video yang beredar, satwa yang diperkirakan berusia remaja hingga dewasa tersebut terlihat mengalami luka serius pada telapak kaki belakang kiri dan berusaha melepaskan diri dari tumpukan ranting serta kayu di Sungai Pangaringan.

BKSDA menduga kuat luka tersebut disebabkan jerat. Satwa itu diduga terkena jerat kawat atau sling baja yang biasa digunakan untuk menangkap babi. Beruang diperkirakan berusaha melepaskan diri dalam waktu cukup lama hingga akhirnya mengalami cedera parah dan bagian kakinya putus.

Sebelumnya, pencarian pertama dilakukan BKSDA bersama aktivis lingkungan dengan menyisir kawasan kebun kelapa sawit seluas sekitar dua hektare. Namun hingga hari mulai gelap, satwa tersebut belum berhasil ditemukan.

Warga juga menyebut kemunculan beruang di kawasan tersebut bukan kali pertama. Satwa serupa beberapa kali terlihat di sekitar lokasi, termasuk pernah mendatangi kebun nanas warga dan memakan tanaman.

Lokasi kemunculan beruang berada tidak jauh dari sejumlah titik kebakaran lahan. Kendati demikian, BKSDA belum memastikan adanya hubungan antara karhutla dengan keberadaan maupun kondisi luka beruang karena satwa tersebut belum ditemukan untuk diperiksa secara langsung.