Kaltengpedia.com – Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, mencatat 12.196 titik panas atau hotspot sepanjang September hingga 24 September 2026. Kepala Pelaksana BPBD Kapuas Pangeran S. Pandingan, Sabtu (26/9/2026), mengatakan jumlah tersebut mencapai sekitar 44 persen dari total 27.580 titik panas yang terdeteksi sejak Januari 2026.
Pangeran mengatakan aktivitas titik panas meningkat pada September. Bahkan, pada 24 September tercatat 196 titik panas dalam sehari. Kecamatan Mantangai menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi, yakni 87 titik, disusul Kapuas Tengah sebanyak 84 titik. Dari titik panas di Mantangai, 78 berada pada tingkat kepercayaan medium dan sembilan kategori tinggi.
Peningkatan aktivitas karhutla juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas mencatat 92 kasus baru Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada 24 September yang berasal dari laporan puskesmas dan rumah sakit di 17 kecamatan. Secara kumulatif, kasus ISPA sejak 16 Agustus hingga 24 September 2026 mencapai 2.465 kasus, dengan Kecamatan Selat menjadi wilayah tertinggi sebanyak 624 kasus.
Selain titik panas, BPBD Kapuas mencatat 318 kejadian karhutla sepanjang Januari hingga 25 September 2026 dengan luas lahan terbakar mencapai 2.729,52 hektare. BPBD terus melakukan pemantauan melalui posko dan penanganan langsung di lapangan, sementara masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu karhutla.





















