Jalan Tabuk Dalam Rusak Tak Kunjung Ditangani, Warga RT 16 Ampah Kota Pilih Bergerak Sendiri

Dok. Istimewa

kaltengpedia.com – Kondisi Jalan Tabuk Dalam, RT 16, Kelurahan Ampah Kota, Kabupaten Barito Timur, kembali menjadi keluhan masyarakat. Jalan yang menjadi akses penting warga tersebut hingga kini belum mendapat tindak lanjut nyata dari pemerintah, meski persoalan kerusakan telah berulang kali disampaikan.

Ironisnya, persoalan ini bukan baru terjadi. Masyarakat mengaku sudah berkali-kali menyampaikan kondisi jalan kepada pemerintah dengan harapan ada penanganan maupun setidaknya kepastian mengenai rencana perbaikan. Namun, hingga kini warga mengaku belum memperoleh jawaban yang jelas.

Kondisi jalan tersebut juga sempat ditinjau langsung ketika banjir melanda kawasan tersebut. Wakil Bupati Barito Timur bersama Lurah, Camat, Dandim dan Kapolsek Dusun Tengah pernah turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi bencana, termasuk jalan yang terdampak longsor di kawasan Tabuk Dalam, RT 16.

Kehadiran pemerintah di lokasi kala itu sempat memberikan harapan bagi masyarakat bahwa persoalan akses jalan akan segera mendapatkan perhatian. Namun, setelah peninjauan tersebut, warga mengaku belum melihat tindak lanjut maupun kejelasan penanganan.

Di tengah ketidakpastian tersebut, masyarakat akhirnya memilih tidak tinggal diam.

Warga secara swadaya bergotong royong memperbaiki bagian jalan yang rusak dengan memanfaatkan material kayu dari jembatan Belanda yang sebelumnya hanyut terbawa arus sungai.

Langkah tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana masyarakat berusaha mempertahankan akses mereka sendiri ketika fasilitas jalan belum kunjung mendapatkan penanganan.

Bagi warga, persoalan jalan bukan sekadar masalah infrastruktur. Jalan merupakan akses untuk bekerja, bersekolah, membawa hasil usaha, mendapatkan pelayanan kesehatan, hingga menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kerusakan jalan yang semakin parah, terlebih setelah terdampak banjir dan longsor, berpotensi menyulitkan mobilitas warga dan meningkatkan risiko keselamatan pengguna jalan.

Masyarakat pun mempertanyakan sampai kapan mereka harus menunggu.

Jika pemerintah sudah mengetahui kondisi di lapangan, bahkan telah melakukan peninjauan langsung bersama unsur terkait, warga berharap tidak berhenti pada dokumentasi dan kunjungan semata. Dibutuhkan kepastian langkah, anggaran, serta waktu penanganan yang jelas.

Gotong royong masyarakat patut diapresiasi. Namun, semangat swadaya warga tidak semestinya menjadi alasan pemerintah untuk melepaskan tanggung jawab terhadap penyediaan infrastruktur dasar.

Kini, masyarakat RT 16 Tabuk Dalam menunggu jawaban yang lebih konkret: kapan Jalan Tabuk Dalam akan ditangani?

Karena bagi warga, yang dibutuhkan bukan sekadar kunjungan ke lokasi bencana, melainkan tindakan nyata setelah pemerintah melihat sendiri kondisi yang mereka hadapi.

Pos terkait