kaltengpedia.com – Kelangkaan dan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah kembali menjadi perhatian. Anggota Komisi IV DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Bambang Purwanto, mempertanyakan kondisi tersebut kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam rapat bersama Kementerian ESDM.
Bambang menyebut persoalan antrean BBM tidak hanya terjadi di satu daerah. Kondisi serupa dilaporkan masih berlangsung di Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Palangka Raya hingga sejumlah kabupaten lainnya di Kalimantan Tengah.
Menurutnya, persoalan ini harus segera mendapatkan penjelasan dan penanganan serius karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sekaligus kelancaran aktivitas ekonomi.
“Pada saat sidang paripurna DPR RI bersama Kementerian ESDM, saya berkesempatan mempertanyakan kepada Pak Menteri terkait masalah kelangkaan BBM di Kalimantan Tengah. Saat ini masih terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU di Kalteng,” ujar Bambang, Minggu (16/8/2026).
Bambang juga mempertanyakan pernyataan Menteri ESDM yang menyebut tidak adanya pengurangan kuota BBM untuk Kalimantan Tengah. Menurutnya, apabila kuota tidak mengalami pengurangan, pemerintah perlu memastikan kejelasan distribusi BBM hingga sampai kepada masyarakat.
Pasalnya, masyarakat di sejumlah daerah masih mengalami kesulitan mendapatkan BBM, termasuk jenis Pertalite dan Pertamax.
“Kalau memang tidak ada pengurangan, lantas ke mana larinya BBM untuk Kalimantan Tengah ini? Harus kita telusuri,” tegasnya.
Ia menilai kondisi antrean panjang yang terus berulang tidak bisa dibiarkan menjadi persoalan rutin. Selain menyita waktu masyarakat, kelangkaan BBM berpotensi mengganggu mobilitas, distribusi barang, kegiatan usaha, transportasi hingga roda perekonomian daerah.
“Terus terang membuat masyarakat resah dan mengganggu aktivitas perekonomian,” katanya.
Karena itu, Bambang mendorong Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan secara langsung terhadap rantai distribusi BBM di lapangan.
Pengawasan tersebut dinilai penting untuk memastikan kuota yang telah ditetapkan benar-benar tersalurkan sesuai peruntukan dan tidak terjadi penyimpangan dalam proses distribusi maupun transaksi di tingkat SPBU.
Apalagi, persoalan antrean BBM di Kalteng sebelumnya juga dikaitkan dengan dugaan penyalahgunaan sistem barcode dalam transaksi pengisian BBM.
Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Joko Handono mengungkapkan, polisi menemukan adanya pihak yang menguasai lebih dari lima barcode yang diduga digunakan untuk melakukan transaksi pengisian BBM secara berulang.
“Yang kemarin kami temukan ada yang memainkan barcode. Ada lebih dari lima barcode yang dikumpulkan. Ini sudah kami lakukan peningkatan dan proses penyidikan,” ungkap Joko.
Temuan tersebut menambah alasan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap mekanisme penyaluran BBM bersubsidi maupun nonsubsidi. Pemerintah perlu memastikan persoalan yang terjadi bukan sekadar akibat tingginya permintaan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya gangguan distribusi, penyalahgunaan sistem, permainan dalam penyaluran, maupun persoalan lain di lapangan.
Bambang berharap pemerintah tidak berhenti pada pernyataan bahwa kuota BBM Kalteng tidak dikurangi. Menurutnya, yang paling penting adalah memastikan masyarakat benar-benar dapat memperoleh BBM dengan mudah, harga sesuai ketentuan, serta distribusi berjalan secara transparan dan tepat sasaran.
Antrean panjang di SPBU, menurutnya, merupakan indikator bahwa ada persoalan yang harus segera ditemukan akar masalahnya. Pemerintah pusat dan daerah diminta duduk bersama dengan pihak terkait agar persoalan kelangkaan BBM di Kalimantan Tengah tidak terus berulang.
Masyarakat pun membutuhkan kepastian: jika kuota BBM disebut tidak berkurang, maka distribusi dan ketersediaannya di lapangan harus dapat dibuktikan.
Persoalan BBM di Kalteng kini bukan hanya tentang panjangnya antrean kendaraan, tetapi juga menyangkut kepastian distribusi, pengawasan, dan hak masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan energi secara layak.





















