Kaltengpedia.com – Dinamika kepemimpinan DPD KNPI Kalimantan Tengah terus menjadi perhatian. Di tengah desakan agar segera dilakukan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub), salah satu organisasi kepemudaan (OKP) di Kalimantan Tengah meminta seluruh pihak tidak terburu-buru mengambil keputusan.
OKP tersebut memilih tidak disebutkan identitasnya dan menyampaikan pandangannya kepada wartawan pada Selasa, 29 September 2026.
Menurutnya, pembahasan mengenai kepemimpinan KNPI Kalteng seharusnya tidak hanya berfokus pada kepentingan kelompok atau pihak tertentu. Ia menilai aspek keterwakilan dan kepentingan pemuda Kalimantan Tengah juga perlu menjadi pertimbangan.
“Jangan terlalu cepat. KNPI Kalteng itu seharusnya memprioritaskan putra daerah Kalteng yang memahami kondisi dan persoalan pemuda di daerah ini. Jangan sampai hanya mementingkan kepentingan satu pihak,” ujarnya.
Ia menegaskan, dinamika organisasi kepemudaan sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme organisasi yang dapat mengakomodasi kepentingan berbagai OKP di Kalimantan Tengah.
Menurutnya, siapa pun yang nantinya memimpin KNPI Kalteng harus mampu menjaga organisasi tetap menjadi wadah bersama bagi pemuda, bukan menjadi representasi kepentingan kelompok tertentu.
“Yang paling penting adalah kepentingan pemuda Kalteng. Jangan sampai karena kepentingan tertentu, kemudian mengabaikan suara dan aspirasi OKP serta pemuda di daerah,” katanya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah sikap Cipayung Plus Kalimantan Tengah yang sebelumnya mendesak DPP KNPI menolak penunjukan Plh, menunjuk Plt sebagai langkah transisi, serta segera melaksanakan Musdalub DPD KNPI Kalimantan Tengah.
Dengan adanya pandangan berbeda dari kalangan OKP, dinamika kepemimpinan KNPI Kalteng kini tidak hanya menyangkut persoalan mekanisme pergantian kepemimpinan, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai representasi pemuda daerah dan siapa yang paling tepat diberi mandat untuk memimpin KNPI Kalteng.
Hingga berita ini disusun, pernyataan dari OKP tersebut masih merupakan pandangan narasumber dan belum mewakili sikap seluruh OKP di Kalimantan Tengah.





















