Dua Wilayah Kobar Bersaing di Tingkat Nasional 2026, Ini Inovasi Desa Sungai Melawen dan Kelurahan Candi

1001528583

Dok : Antara Kalteng News

Kaltengpedia.com – Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mengirimkan Desa Sungai Melawen, Kecamatan Pangkalan Lada, dan Kelurahan Candi, Kecamatan Kumai, untuk mewakili provinsi setempat dalam Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026.

Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah di Pangkalan Bun, Senin, mengatakan kedua wilayah tersebut lolos seleksi administrasi dan mengikuti tahapan pemaparan serta wawancara sebagai calon juara tingkat nasional.

“Keduanya telah mengikuti tahapan pemaparan dan wawancara dengan membawa berbagai inovasi dalam pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ketahanan wilayah,” katanya.

Ajang tahun ini mengusung tema “Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional menuju Indonesia Emas 2045”, yang menitikberatkan inovasi pemerintahan, pemanfaatan teknologi digital, penguatan ekonomi lokal, dan peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.

Ia menjelaskan Desa Sungai Melawen mengandalkan sejumlah inovasi digital untuk memperkuat pelayanan dan partisipasi masyarakat, salah satunya Kolak Kaurum, yakni layanan komunikasi dan konsultasi cepat berbasis WhatsApp yang memudahkan warga berinteraksi langsung dengan aparatur desa.

Desa tersebut juga mengembangkan inovasi Ladamas sebagai sistem pengelolaan pengaduan dan penjaringan aspirasi masyarakat yang terintegrasi secara digital dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Di bidang kesehatan, Sungai Melawen menghadirkan inovasi Ladudu untuk mendukung pendataan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di posyandu, termasuk pemantauan perkembangan kesehatan balita dan lanjut usia secara berkala.

Selain itu, pemerintah desa mengoptimalkan situs web untuk memperkuat keterbukaan informasi publik dan statistik desa. Sungai Melawen juga tercatat sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).

Kelurahan Candi mengusung program yang berfokus pada ketahanan pangan keluarga, pelestarian lingkungan, dan kesiapsiagaan bencana, salah satunya melalui program Aku Hatinya (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman) PKK untuk mendorong pemanfaatan pekarangan rumah secara produktif.

Kelurahan Candi juga mendorong pemilahan dan pengelolaan sampah sejak tingkat rumah tangga guna menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan Kumai yang menjadi salah satu pintu menuju Taman Nasional Tanjung Puting.

Dalam aspek kebencanaan, Kelurahan Candi memperkuat kesiapsiagaan warga melalui pelatihan mitigasi dan pencegahan bencana secara mandiri dengan dukungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat.

Nurhidayah berharap, berbagai inovasi yang dikembangkan kedua wilayah tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menjadi contoh pengembangan desa dan kelurahan yang adaptif terhadap kebutuhan warga.

Menurut dia, inovasi di tingkat desa dan kelurahan menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.