Pemkot Palangka Raya Perkuat CKG di Tengah Karhutla, Mampukah Deteksi Dini Lindungi Warga ?

Picture2

Dok : Antara Kalteng News

Kaltengpedia.com – Kasus ISPA akibat asap menjadi perhatian Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, di tengah ancaman kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemkot memperkuat layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), khususnya bagi anak-anak, balita, lansia, dan kelompok rentan lainnya, untuk mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini di Palangka Raya, Jumat mengatakan bahwa pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gatis bagi kelompok rentan itu salah satunya dilakukan secara langsung di wilayah Kelurahan Kalampangan.

“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan layanan CKG ini untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Pemeriksaan rutin sangat penting agar potensi gangguan kesehatan terutama saat kabut asap dapat diketahui lebih awal dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan,” katanya.

Dia menerangkan, salah satu upaya tersebut dilakukan melalui layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di Kelurahan Kalampangan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala dan deteksi dini penyakit.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, kasus ISPA tercatat sebanyak 1.849 kasus pada Juni, meningkat menjadi 2.293 kasus pada Juli, dan mencapai 3.104 kasus pada Agustus. Pada September, jumlahnya sekitar 2.900 kasus, sedangkan pada awal Oktober tercatat tambahan 190 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Palangka Raya Riduan sebelumnya mengatakan kasus ISPA ditemukan pada hampir seluruh kelompok usia. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki penyakit penyerta membutuhkan perhatian khusus karena berisiko mengalami gangguan kesehatan ketika terpapar asap.

Untuk memperkuat penanganan, pemerintah kota juga menyediakan akses pelayanan medis dan pertolongan awal bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap menebal, menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta segera memeriksakan diri jika mengalami batuk, iritasi tenggorokan, atau sesak napas.

Zaini berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia dan tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami keluhan.

Melalui pendekatan pelayanan yang lebih mudah dijangkau dan peningkatan kesadaran masyarakat, Pemkot Palangka Raya berupaya memperkuat perlindungan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan, selama kondisi kabut asap akibat karhutla masih berpotensi mengganggu kualitas udara.