Kabut Asap Pekat di Sampit, Minibus Tabrak Bundaran Habaring Hurung
Kaltengpedia.com – Kondisi kabut asap yang menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, pada Kamis pagi (22/10/2026), menjadi perhatian pengguna jalan. Jarak pandang yang sangat terbatas dilaporkan bertepatan dengan kecelakaan sebuah minibus hitam yang naik ke Bundaran Habaring Hurung, yang juga dikenal sebagai Bundaran Polres Sampit.
Peristiwa tersebut diperkirakan berlangsung sekitar pukul 06.30 WIB. Benturan menyebabkan bagian depan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Kabut asap yang menebal sejak subuh diduga menyulitkan pengemudi mengenali kondisi jalan dan keberadaan bundaran di hadapannya.
Andi, salah seorang pengendara yang memberikan keterangan terkait kejadian itu, menggambarkan kondisi jalan pada pagi hari sangat sulit dilihat. Menurutnya, asap yang semakin tebal membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati ketika melintas.
Ia menduga pengemudi minibus baru menyadari keberadaan bundaran ketika jarak kendaraan sudah terlalu dekat. Upaya pengereman kemungkinan dilakukan, tetapi kendaraan diduga tidak sempat berhenti sebelum mencapai bundaran.
Pengemudi dilaporkan selamat dari kejadian tersebut. Menurut keterangan Andi, korban telah dievakuasi dan dibawa ke Polres. Meski demikian, identitas pengemudi dan informasi lebih lengkap mengenai kondisinya masih perlu dipastikan melalui keterangan pihak berwenang.
Gambaran mengenai buruknya jarak pandang di Sampit juga terlihat dari informasi cuaca setempat. Data BMKG Kotawaringin Timur pada pukul 07.18 WIB mencatat jarak pandang hanya sekitar lima meter. Pada waktu yang sama, suhu udara berada di angka 24,2 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 98 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan betapa terbatasnya pandangan pengendara di tengah kabut asap. Situasi seperti ini berisiko membahayakan pengguna jalan, khususnya ketika melintasi bundaran, persimpangan, dan ruas jalan yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Pengendara yang beraktivitas pada pagi hari diimbau menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan. Menjaga jarak antarkendaraan, menggunakan lampu yang sesuai, serta menghentikan perjalanan di tempat aman apabila pandangan terlalu terbatas merupakan langkah yang dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan.
Meski kabut asap diduga berkontribusi terhadap insiden tersebut, penyebab pasti kecelakaan belum dapat dipastikan hanya dari kondisi jarak pandang. Penjelasan mengenai kronologi lengkap dan faktor lain yang mungkin terlibat tetap memerlukan konfirmasi dari pihak berwenang.
