Hotspot Gumas Turun dari 86 Jadi 4, Mengapa Polisi Tetap Gencarkan Patroli?

Gemini_Generated_Image_iq7qibiq7qibiq7q

Dok : Antara Kalteng News

Kaltengpedia.com – Penurunan titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah (Kalteng), dari 86 titik menjadi empat titik dalam beberapa hari terakhir tidak membuat kepolisian mengurangi kesiapsiagaan. Polres Gunung Mas tetap mengintensifkan patroli di sejumlah lokasi rawan untuk memperkuat deteksi dini dan mencegah kebakaran kembali meluas.

Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi mengatakan, empat titik panas berstatus medium tersebut masing-masing berada di Kecamatan Rungan, Rungan Hulu, Kurun, dan Manuhing. Setiap kecamatan tercatat memiliki satu titik panas. Menurutnya, penurunan jumlah titik panas dipengaruhi hujan yang mengguyur wilayah Gunung Mas. Meski demikian, seluruh lokasi tetap dipantau bersama jajaran Polsek untuk mengantisipasi potensi kebakaran.

Polres Gunung Mas bersama personel TNI dan instansi terkait melaksanakan patroli malam mulai pukul 20.00 WIB. Patroli yang dipimpin langsung Kapolres itu menyasar Jalan Brigjen Katamso, jalur lintas Kurun–Tewah, Kurun–Palangka Raya, serta Kurun–Desa Tewang Pajangan. Selain patroli malam, personel Pos Siaga Karhutla juga melakukan pemantauan rutin pada pagi, siang, dan malam hari agar potensi kebakaran dapat diketahui lebih awal dan ditangani dengan cepat.

Arum menegaskan, patroli terpadu dan pertukaran informasi antarpersonel menjadi bagian penting dalam mencegah karhutla di Gunung Mas. Ia juga mengajak masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda kebakaran. Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk mendukung deteksi dini, terutama ketika kondisi cuaca dan lingkungan berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.