El Nino Ancam Produksi Beras, Pemerintah Kawal 10 Provinsi Sentra Padi

1001965837

Dok : Antara Kalteng News

Kaltengpedia.com – Fenomena El Nino berpotensi menekan produksi beras nasional hingga ratusan ribu ton setara beras. Pemerintah memperketat mitigasi dengan mengawal sekitar delapan hingga 10 provinsi sentra produksi padi, termasuk melalui penguatan pompanisasi dan pembangunan irigasi perpipaan untuk menjaga ketersediaan air di lahan pertanian. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Jumat, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga produksi dan memastikan kebutuhan beras masyarakat tetap terpenuhi hingga akhir tahun.

Hanif menyebutkan, berdasarkan data sementara hingga sehari sebelum peninjauan, produksi padi nasional berdasarkan kondisi pertanaman telah mencapai lebih dari 32 juta ton. Pemerintah juga menargetkan tambahan produksi sekitar 1,5 juta ton pada Desember. Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah optimistis mampu menjaga pasokan beras sekaligus mempertahankan target swasembada. Meski demikian, potensi penurunan produksi akibat El Nino tetap menjadi perhatian sehingga penguatan infrastruktur pengairan dan pengawasan di wilayah sentra padi terus dilakukan.

Pemerintah juga mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi dampak El Nino pada tahun berikutnya melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Koordinasi melibatkan unsur pengelola sumber daya air, balai wilayah sungai, Kementerian Pertanian, hingga sektor kehutanan. Evaluasi dilakukan untuk menyesuaikan program yang telah berjalan agar lebih efektif menghadapi perubahan iklim. Selain menjaga produksi, pemerintah memperkuat intervensi pasar melalui penyaluran bantuan pangan beras sebanyak 30 kilogram kepada setiap penerima manfaat, dengan cakupan sekitar 33,24 juta keluarga. Total bantuan tersebut mencapai hampir satu juta ton beras, ditambah penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan volume hampir satu juta ton.

Hanif berharap berbagai langkah tersebut dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah ancaman El Nino serta meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru, Ramadhan, hingga Lebaran. Pemerintah menargetkan gejolak harga tetap terkendali sehingga daya beli masyarakat terjaga dan inflasi sesuai proyeksi. Penguatan produksi, distribusi bantuan pangan, dan intervensi pasar menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengantisipasi tekanan terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus mempertahankan kecukupan pasokan beras.