Akhir September 2026, Proyek Pemprov Kalteng Rp1,18 Miliar: Seberapa Penting?

Kaltengpedia.com – Sejumlah paket pengadaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tercatat dalam sistem pengadaan pemerintah pada penghujung September 2026. Jika dijumlahkan berdasarkan nilai/HPS yang tercantum, sedikitnya terdapat 10 paket dengan total sekitar Rp1,18 miliar.

Data yang tercantum pada LPSE/Inaproc Pemprov Kalteng per 23 September 2026 menunjukkan paket tersebut berasal dari sejumlah jenis pekerjaan, mulai dari jasa konsultansi, pekerjaan konstruksi hingga jasa lainnya.

Beberapa di antaranya yakni Pemeliharaan Taman Bundaran Besar dengan nilai Rp275 juta, Pemeliharaan Mess Banjarmasin Rp200 juta, Pembuatan Aplikasi Pelaporan Air Tanah pada Dinas ESDM Kalteng Rp143 juta, serta Kalibrasi Alat Laboratorium Rp129 juta.

Bacaan Lainnya

Selain itu terdapat Rehab Rumah Jabatan Kadis PUPR senilai Rp120 juta, dua paket Taman Tanaman Herbal masing-masing sekitar Rp49,8 juta dan Rp49,9 juta, serta sejumlah pekerjaan konsultansi senilai Rp100 juta per paket.

Menariknya, seluruh paket tersebut tercatat menggunakan mekanisme Pengadaan Langsung pada sistem yang ditampilkan. Batas akhir pendaftarannya berada pada 24–28 September 2026, tergantung masing-masing paket.

Lalu, seberapa penting?

Pertanyaan mengenai urgensi tentu menjadi bagian yang layak diperhatikan publik. Bukan berarti setiap proyek tersebut tidak diperlukan, sebab data pengadaan yang tersedia tidak memuat penilaian mengenai tingkat urgensi atau manfaat masing-masing pekerjaan.

Namun, masyarakat berhak mengetahui apa tujuan setiap kegiatan, di mana pelaksanaannya, siapa penyedianya, serta bagaimana hasil pekerjaan tersebut nantinya dapat dirasakan masyarakat.

Terlebih, sejumlah paket muncul pada penghujung September 2026. Transparansi mengenai proses dan hasil pekerjaan menjadi penting agar publik dapat mengikuti penggunaan anggaran daerah secara terbuka.

Data ini bukan kesimpulan bahwa proyek-proyek tersebut bermasalah. Ini merupakan catatan berdasarkan informasi pengadaan yang tercantum dalam sistem. Pertanyaan berikutnya adalah: apakah seluruh pekerjaan tersebut memiliki manfaat dan urgensi yang jelas bagi masyarakat Kalteng?

Pos terkait