Kaltengpedia.com – Dinamika kepemimpinan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Tengah kembali menjadi perhatian setelah Muhammad Alfian Mawardi menyatakan mundur dari posisi Ketua DPD KNPI Kalteng.
Alfian sebelumnya dipercaya memimpin KNPI Kalteng periode 2025–2028 dan dilantik pada 31 Agustus 2025. Namun, belum genap satu tahun masa kepengurusan berjalan, terjadi perubahan dalam kepemimpinan organisasi.
Berdasarkan pemberitaan terbaru, Alfian menunjuk Arifudin R. Sehe, yang menjabat di struktur KNPI Kalteng, sebagai Pelaksana Harian (Plh) Ketua DPD KNPI Kalteng. Penunjukan tersebut menjadi langkah sementara untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan.
Pengunduran diri Alfian kemudian memunculkan pertanyaan baru: siapa yang akan menjadi ketua definitif KNPI Kalteng berikutnya?
Dianggap Belum Maksimal, Evaluasi Kepemimpinan Alfian Disorot
Di tengah perubahan kepemimpinan tersebut, muncul pula sorotan dari sejumlah kalangan mengenai aktivitas dan program KNPI Kalteng selama periode kepengurusan 2025–2028.
Pertanyaan yang berkembang antara lain berkaitan dengan sejauh mana program organisasi berjalan, keterlibatan organisasi kepemudaan (OKP), serta dampak program KNPI terhadap pemuda di Kalimantan Tengah.
Sebagian pihak bahkan menilai kepemimpinan Alfian belum memberikan hasil yang maksimal. Namun, penilaian tersebut merupakan bagian dari kritik atau pandangan pihak tertentu dan tidak dapat dianggap sebagai kesimpulan objektif tanpa adanya evaluasi organisasi yang terukur.
Selain itu, beredar informasi mengenai persoalan hukum yang dikaitkan dengan Alfian. Termasuk tudingan mengenai dugaan penipuan dengan nilai miliaran rupiah.
Namun, informasi mengenai dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai fakta hukum berdasarkan sumber yang berhasil diverifikasi. Karena itu, tudingan tersebut perlu dikonfirmasi kepada Alfian maupun aparat penegak hukum dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Siapa Kandidat Pengganti Alfian?
Pergantian kepemimpinan ini membuka ruang bagi munculnya sejumlah nama dari kalangan pemuda Kalteng yang memiliki pengalaman organisasi, pemerintahan maupun politik.
Salah satu nama yang berpotensi diperbincangkan adalah Adi Mula Nakalelu. Ia memiliki pengalaman memimpin KNPI Barito Timur dan kembali terpilih sebagai Ketua DPD KNPI Barito Timur periode 2025–2028. Saat ini Adi Mula juga menjabat sebagai Wakil Bupati Barito Timur periode 2025–2030.
Nama lainnya adalah Akhmad Gunadi Nadalsyah, figur muda yang dikenal memiliki latar belakang politik dan organisasi. Namanya dapat masuk dalam pembicaraan apabila regenerasi KNPI nantinya diarahkan kepada figur dengan pengalaman organisasi dan jaringan politik.
Kemudian ada Arifudin R. Sehe, yang saat ini telah dipercaya menjalankan tugas sebagai Plh Ketua KNPI Kalteng. Posisi tersebut membuat Arifudin menjadi salah satu figur yang paling dekat dengan proses transisi organisasi saat ini.
Nama Raka Lesmana juga berpotensi diperbincangkan. Ia dikenal aktif dalam organisasi kepemudaan dan pernah disebut sebagai Sekretaris Jenderal Tidar Kalteng. Dalam dinamika KNPI, pengalaman organisasi kepemudaan lintas jaringan dapat menjadi salah satu modal untuk membangun komunikasi dengan berbagai OKP.
Selanjutnya terdapat M. Rivqi Amrullah, figur muda asal Sukamara yang memiliki pengalaman politik dan organisasi. Ia tercatat sebagai anggota DPRD Kabupaten Sukamara dari PDI Perjuangan periode 2024–2029.
Sementara dari wilayah Barito Selatan, nama Jhon Barsel atau Ahmad Jhon Kenedy juga dapat menjadi bagian dari pembicaraan. Ia memiliki pengalaman sebagai pengusaha muda dan pernah memimpin HIPMI Barito Selatan. Jhon juga aktif dalam organisasi di tingkat Provinsi Kalteng, termasuk DPD Pemuda Tani Indonesia Kalteng periode 2025–2030.
Bukan Sekadar Siapa yang Paling Populer
Pergantian ketua KNPI Kalteng tentu bukan hanya soal nama. Figur yang nantinya memimpin akan menghadapi tantangan untuk menyatukan berbagai OKP, memperkuat konsolidasi organisasi, serta memastikan KNPI kembali memiliki program yang dirasakan langsung oleh pemuda.
Dengan latar belakang kandidat yang beragam mulai dari pemerintahan, politik, organisasi kepemudaan hingga dunia usaha persaingan menuju kursi ketua definitif berpotensi menjadi perhatian dalam dinamika pemuda Kalteng.
Namun, siapa yang benar-benar akan maju dan mendapatkan dukungan masih bergantung pada mekanisme internal KNPI, dukungan OKP, serta proses organisasi yang berlaku.
Pertanyaan besarnya kini bukan hanya siapa pengganti Alfian Mawardi, tetapi juga:
Mampukah ketua baru membawa KNPI Kalteng lebih aktif, solid, dan benar-benar menjadi wadah perjuangan serta pengembangan pemuda di Kalimantan Tengah?





















