Distribusi Air Bersih Kalteng Capai 4,6 Juta Liter, Penyaluran Terus Berlanjut

Dok : Istimewa

Kaltengpedia.com – Penyaluran air bersih Kalteng terus dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di tengah kondisi kekurangan air di sejumlah wilayah. Hingga Senin, 28 September 2026, total air yang telah disalurkan pemerintah mencapai 4.622.150 liter.

Pada Senin (28/9/2026), penyaluran kembali dilakukan dengan volume 184.600 liter air bersih. Bantuan tersebut disebar ke 11 kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah sesuai kebutuhan masyarakat yang terdampak kondisi kekeringan.

Sejumlah wilayah yang menerima bantuan berada di Palangka Raya, Barito Utara, Barito Timur, Pulang Pisau, Lamandau, Seruyan, Katingan, Kotawaringin Barat, Gunung Mas, Kapuas dan Sukamara. Penyaluran dilakukan secara bertahap agar kebutuhan air warga di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan tetap dapat dipenuhi.

Di Kabupaten Kotawaringin Barat, misalnya, bantuan air bersih disalurkan ke beberapa desa. Desa Purbasari menerima 12.000 liter, Desa Tempayung 9.600 liter, Desa Pangkalan Satu 5.000 liter dan Desa Palih Baru sebanyak 12.000 liter.

Sementara itu, bantuan di Kabupaten Seruyan menjangkau sejumlah desa, di antaranya Desa Sembuluh I, Terawan, Sungai Bakau, Sungai Undang dan Pematang Panjang. Penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah serta kondisi masyarakat yang membutuhkan pasokan air.

Total penyaluran yang telah mencapai lebih dari 4,6 juta liter menunjukkan kebutuhan air bersih masih menjadi perhatian di sejumlah daerah. Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah dan menyalurkan bantuan secara bertahap.

Penyaluran air bersih Kalteng juga menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, terutama untuk keperluan minum, memasak dan aktivitas rumah tangga. Bantuan diharapkan dapat terus menjangkau wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air selama kondisi kekeringan berlangsung.

Pemerintah daerah bersama unsur terkait masih melakukan pendataan dan koordinasi untuk menentukan wilayah yang membutuhkan bantuan berikutnya. Masyarakat di daerah terdampak juga diimbau menggunakan air secara bijak selama pasokan air masih terbatas.

Pos terkait