Karhutla Kalteng Tembus 14.989 Hektare, ISPA Capai 91 Ribu Kasus

Dok : Istimewa

Kaltengpedia.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus menjadi perhatian karena luas area terdampak mencapai 14.989,41 hektare. Berdasarkan data BPBD Kalteng hingga 29 September 2026 pukul 18.00 WIB, tercatat sebanyak 4.512 kejadian karhutla sejak 1 Januari 2026.

Data tersebut menunjukkan besarnya dampak karhutla Kalteng sepanjang tahun ini. Selain kejadian dan luas area terbakar, pemantauan juga mencatat 189.824 hotspot di berbagai wilayah. Namun, jumlah hotspot tidak dapat disamakan secara langsung dengan jumlah kebakaran karena titik panas merupakan hasil pemantauan satelit yang tetap membutuhkan verifikasi di lapangan.

Kotawaringin Timur tercatat sebagai daerah dengan luas area terbakar terbesar, yakni 2.861 hektare. Selanjutnya Kotawaringin Barat mencapai 2.412 hektare, Pulang Pisau 2.074 hektare, Seruyan 1.601 hektare, dan Kapuas 1.348 hektare. Dari sisi jumlah kejadian, Kotawaringin Timur juga menjadi daerah dengan catatan tertinggi sebanyak 875 kejadian, disusul Palangka Raya 775 kejadian dan Seruyan 494 kejadian.

Sementara itu, jumlah hotspot tertinggi tercatat di Pulang Pisau sebanyak 34.855 titik. Kotawaringin Timur berada di posisi berikutnya dengan 33.212 titik, kemudian Kapuas 26.871 titik, Palangka Raya 22.309 titik, dan Seruyan 16.987 titik. Sebaran data tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla Kalteng terjadi di sejumlah wilayah dengan tingkat kejadian dan luas area yang berbeda.

Kondisi tersebut membuat pemantauan titik panas dan penanganan di lapangan tetap diperlukan. Pemerintah daerah bersama BPBD, aparat, serta unsur terkait juga perlu memperkuat pencegahan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Data kejadian, luas area terbakar, dan hotspot menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan karhutla di setiap wilayah.

Pos terkait