Wacana Pemindahan Bandara Haji Asan Sampit ke Ujung
Dok : Antara Kalteng News
Kaltengpedia.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menyatakan bahwa usulan pemindahan Bandara Haji Asan Sampit ke kawasan Ujung Pandaran membutuhkan proses kajian yang panjang dan mendalam. Meskipun lokasi baru tersebut dinilai berpotensi meminimalisasi dampak kabut asap terhadap aktivitas penerbangan, penentuannya tidak bisa dilakukan secara instan.
Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, menyampaikan bahwa ide pemindahan bandara ke kawasan pesisir pantai tersebut sebenarnya sangat baik dari sisi letak geografis.
“Kalau ide untuk pemindahan bandara itu sebenarnya bagus, karena kalau di Ujung Pandaran kita tidak terlalu terdampak kabut asap karena angin, pinggir laut,” kata Raihansyah di Sampit, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa wilayah pesisir seperti Ujung Pandaran secara alamiah memiliki pergerakan angin laut yang relatif mampu mengurangi penumpukan kabut asap. Namun, ia menegaskan bahwa pertimbangan kondisi geografis saja tidak cukup untuk memutuskan pemindahan sebuah objek vital nasional seperti bandara.
Pembangunan maupun pemindahan infrastruktur penerbangan membutuhkan serangkaian studi kelayakan komprehensif oleh pihak yang berkompeten. Kajian tersebut meliputi analisis arah angin yang konsisten, kondisi mikroklimat cuaca, kontur tanah, hingga berbagai faktor teknis keselamatan penerbangan lainnya.
Menurut Raihansyah, pemilihan lokasi bandara tidak bisa dilakukan secara sederhana hanya dengan menunjuk area yang dianggap strategis atau bebas asap.
“Yang namanya pembangunan sebuah bandara itu perlu kajian yang panjang. Artinya, dari segi arah anginnya tidak berubah-ubah, jadi tidak mudah untuk membangun sebuah bandara hanya dengan menentukan lokasinya di suatu tempat,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh aspek teknis harus dinilai secara rinci oleh pakar penerbangan guna memastikan operasional pesawat berjalan aman dan memenuhi standar keselamatan penerbangan sipil.
Meskipun wacana pemindahan ini dapat menjadi gagasan strategis jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur saat ini memilih langkah yang lebih realistis.
Raihansyah menegaskan bahwa untuk jangka pendek dan menengah, pemerintah daerah lebih memprioritaskan pengembangan serta optimalisasi fasilitas Bandara Haji Asan Sampit yang ada saat ini. Langkah ini dinilai lebih efektif dan efisien untuk meningkatkan pelayanan transportasi udara bagi masyarakat Kotim dalam waktu dekat.
