513,89 Hektare Terbakar di Tanjung Puting, Prabowo Siapkan 200 Pompa dan 200 Titik Bor Air
Dok : Istimewa
Kaltengpedia.com – Selasa, 13 Oktober 2026, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah (Kalteng), mencapai 513,89 hektare. Presiden Prabowo Subianto meminta perhatian khusus terhadap penanganan kebakaran di kawasan konservasi tersebut. Pemerintah juga menyiapkan tambahan 200 pompa air dan anggaran Rp2 miliar untuk membangun 200 titik bor guna mendukung pemadaman di lapangan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan, total lahan terbakar yang masih ditangani satuan tugas di enam provinsi mencapai 639,23 hektare. Dari jumlah tersebut, 513,89 hektare berada di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, yang mencakup wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Seruyan. Area yang terbakar dilaporkan merupakan lahan mineral, bukan gambut.
Besarnya luasan karhutla Tanjung Puting menjadi tantangan serius bagi petugas. Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin melaporkan bahwa sejumlah titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan. Petugas membutuhkan pompa air berukuran kecil untuk membantu pemadaman. Menanggapi kebutuhan tersebut, Prabowo menyatakan akan mengirimkan 200 pompa air, dari kebutuhan awal yang disampaikan sebanyak 50 unit.
Selain pompa air, Prabowo menyetujui dukungan anggaran Rp2 miliar untuk pembangunan 200 titik bor air. Pengeboran diperkirakan mencapai kedalaman 10 hingga 15 meter, menyesuaikan kondisi wilayah. Presiden juga meminta agar masyarakat setempat dilibatkan dalam pelaksanaan pembangunan titik bor sehingga penyediaan sumber air dapat mendukung penanganan kebakaran.
Upaya pemadaman melalui jalur udara masih terkendala kabut asap tebal yang mengurangi jarak pandang. BNPB telah mengupayakan dukungan udara melalui Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya dan Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin. Namun, kondisi visibilitas belum memungkinkan operasi udara berjalan optimal, termasuk penggunaan helikopter water bombing dan operasi modifikasi cuaca. Karena itu, penguatan pasukan darat dan penyediaan sumber air menjadi langkah penting untuk mempercepat pemadaman.
Prabowo juga menekankan pentingnya memperkuat keberadaan polisi hutan untuk menjaga kawasan konservasi dan hutan Indonesia. Ia menyampaikan kebutuhan penguatan jumlah personel hingga 70 ribu polisi hutan serta meminta Polri membantu pelatihan mereka. Langkah tersebut diharapkan memperkuat perlindungan hutan, mencegah kebakaran berulang, dan menjaga habitat satwa liar di Taman Nasional Tanjung Puting.
