Lahan Gambut Kering Jadi Titik Rawan, Karhutla Kembali Mengancam Sejumlah Wilayah Kalteng

Dok. Istimewa

Kaltengpedia.com – Palangka Raya – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi lahan yang mengering, terutama kawasan gambut dan semak belukar, membuat api berpotensi menyebar dengan cepat serta sulit dikendalikan.

Di Kota Palangka Raya, sepanjang musim kemarau tahun ini tercatat 104 kejadian karhutla dengan total luasan lahan terbakar mencapai 53,81 hektare.

Kebakaran tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Jekan Raya, Pahandut, Sebangau, dan Bukit Batu. Beberapa lokasi yang terdampak berada di sekitar Jalan Tjilik Riwut, Jalan Kranggan, Tabat Kalasa, Jalan Trans Kalimantan, Jalan Yos Sudarso, hingga Damang Gustaf Erang.

Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan tersendiri dalam penanganan kebakaran. Api tidak hanya membakar permukaan lahan, tetapi dapat menjalar melalui lapisan bawah tanah dan menyisakan bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Ancaman karhutla juga terjadi di wilayah lain, termasuk Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat. Tingginya jumlah kejadian menunjukkan bahwa kondisi kemarau membuat kawasan dengan vegetasi kering semakin rentan terbakar.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Pembuangan puntung rokok, pembakaran sampah, maupun pembukaan lahan dengan cara membakar dapat memicu api menyebar di tengah kondisi lahan yang kering.

Karhutla tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat apabila terus meluas.

Pos terkait