Karhutla Kembali Mengancam Kalteng, 147 Hektare Lahan di Kobar Terbakar

Dok. Istimewa

Kaltengpedia.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membayangi sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi lahan yang kering selama musim kemarau membuat potensi kebakaran tetap tinggi, terutama di kawasan yang didominasi semak belukar dan lahan gambut.

Di Kabupaten Kotawaringin Barat, tercatat 92 kejadian karhutla sepanjang 2026. Total luasan lahan yang terbakar mencapai 147,478 hektare. Dari jumlah tersebut, 44 kejadian terjadi selama Juli dengan luasan mencapai 49,168 hektare.

Data tersebut menunjukkan bahwa ancaman karhutla masih cukup tinggi di wilayah Kalteng. Meningkatnya kejadian kebakaran pada periode kemarau menjadi peringatan terhadap potensi meluasnya dampak apabila kondisi lahan terus mengering.

Sementara itu, di Kotawaringin Timur, kebakaran lahan juga terjadi di Desa Sebabi, Kecamatan Telawang. Api membakar lahan kosong dengan luasan sekitar 10 x 20 meter.

Kebakaran lahan yang muncul di sejumlah daerah menjadi persoalan serius karena kondisi cuaca panas dan vegetasi kering dapat mempercepat penyebaran api. Jika tidak segera dikendalikan, titik api berpotensi meluas ke area lain.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api di sekitar lingkungan.

Ancaman karhutla bukan hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat memicu penurunan kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat jika kebakaran meluas.

Pos terkait