Karhutla Terus Mengintai, Kalteng Dikepung Titik Api di Tengah Musim Kemarau

Dok. Istimewa

kaltengpedia.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menghantui sejumlah wilayah Kalimantan Tengah di tengah kondisi musim kemarau. Lahan kering dan vegetasi yang mudah terbakar membuat munculnya titik api berpotensi terus terjadi.

Di Palangka Raya, BPBD mencatat sebanyak 104 kejadian karhutla sepanjang musim kemarau tahun ini. Luasan lahan yang terdampak mencapai 53,81 hektare.

Kebakaran tercatat terjadi di sejumlah kecamatan, yakni Jekan Raya, Pahandut, Sebangau, dan Bukit Batu. Sejumlah lokasi yang terdampak berada di kawasan Jalan Tjilik Riwut, Jalan Kranggan, Tabat Kalasa, Jalan Trans Kalimantan, Jalan Yos Sudarso, hingga Damang Gustaf Erang.

Ancaman serupa juga terjadi di wilayah lain. Di Kotawaringin Barat, tercatat 92 kejadian karhutla sepanjang 2026 dengan total luasan lahan terbakar mencapai 147,478 hektare.

Sementara itu, di Kotawaringin Timur, kebakaran lahan terjadi di Desa Sebabi, Kecamatan Telawang. Api membakar lahan kosong dengan luasan sekitar 10 x 20 meter.

Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa ancaman karhutla masih menjadi persoalan yang perlu diwaspadai di sejumlah daerah Kalteng. Kondisi lahan yang kering dapat mempercepat penyebaran api, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan yang ditumbuhi semak belukar dan vegetasi mudah terbakar.

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api.

Jika kebakaran terus meluas, dampaknya dapat merembet pada kualitas udara, kesehatan masyarakat, hingga terganggunya aktivitas sehari-hari.

Pos terkait