Empat Hari Listrik Padam Bergilir, PLN Ungkap Gangguan Pembangkit Picu Krisis Pasokan Kalsel-Kalteng

Dok. Istimewa

Kaltengpedia.com – Palangka Raya – Pemadaman listrik bergilir yang berlangsung selama empat hari di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan akhirnya mendapat penjelasan resmi dari PLN UID Kalselteng.

Dalam holding statement yang dirilis Senin (27/7), PLN menyebut gangguan pasokan listrik terjadi akibat menurunnya kemampuan pasok daya pada Sistem Interkoneksi Kalimantan.

Kondisi tersebut dipicu oleh gangguan generator di PLTU Asam-Asam serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP).

Gangguan pada sejumlah pembangkit tersebut berdampak terhadap ketersediaan daya dalam sistem kelistrikan. Untuk menjaga keamanan dan kestabilan sistem, PLN kemudian menerapkan pengaturan beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah.

Kondisi ini menyebabkan sebagian masyarakat harus menghadapi pemadaman listrik bergilir. Di sejumlah wilayah, durasi pemadaman bahkan berlangsung hingga sekitar tujuh jam dalam sehari.

PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama proses pemulihan berlangsung. Perusahaan menyatakan terus mengerahkan personel dan sumber daya untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan.

PLN juga mengimbau masyarakat menggunakan listrik secara bijak, terutama pada pukul 18.00 hingga 21.00 WITA. Penghematan penggunaan listrik pada jam beban puncak dinilai dapat membantu menjaga kestabilan sistem selama proses pemulihan pasokan berlangsung.

Gangguan listrik yang terjadi selama beberapa hari terakhir turut berdampak terhadap aktivitas rumah tangga, usaha, hingga perkantoran di sejumlah wilayah Kalsel dan Kalteng. Masyarakat kini menunggu pasokan listrik kembali normal sepenuhnya setelah PLN menyampaikan penyebab gangguan pada sistem interkoneksi tersebut.

Pos terkait