Kaltengpedia.com – KOTAWARINGIN BARAT – Karhutla TN Tanjung Puting mencapai 4.524 hektare berdasarkan monitoring hingga 17 September 2026. Kebakaran tersebar di sejumlah wilayah kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah. Tim gabungan terus melakukan pemadaman meski menghadapi medan sulit dan keterbatasan sumber air.
Kementerian Kehutanan ikut memantau langsung kondisi kebakaran. Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan Novia Widyaningtyas meninjau lokasi kebakaran di kawasan Sungai Sekonyer, Resort Pesalat, TNTP. Lokasi tersebut berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).Kebakaran di Sungai Sekonyer, Resort Pesalat, telah berlangsung sejak 10 September 2026. Petugas memperkirakan luas area yang terbakar di lokasi tersebut mencapai sekitar 200 hektare. Tim gabungan kemudian melakukan pemadaman secara intensif untuk mencegah api meluas.Novia mengatakan petugas melakukan pemadaman sejak pagi hingga malam. Tim terus bergerak meski kondisi medan menyulitkan akses menuju titik api. Petugas juga menghadapi keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran.
Kondisi tersebut membuat petugas harus mengangkut air secara bertahap. Tim melangsir air dari sumber yang tersedia menuju lokasi kebakaran. Proses ini membutuhkan waktu dan tenaga lebih banyak, terutama ketika titik api berada jauh dari akses yang mudah dijangkau.Data monitoring Kementerian Kehutanan mencatat kebakaran di TNTP tersebar pada sejumlah kawasan. Lokasi tersebut meliputi Tanjung Rengas, Pesalat, Sungai Cabang, Teluk Pulai, Pembuang Hulu, Sungai Baung, dan Sungai Perlu.Sebagian area terbakar berada di wilayah administrasi Kobar dan Seruyan. Di Kobar, kebakaran tercatat antara lain di Sungai Cabang dengan luas 1.113,7 hektare. Kebakaran di Teluk Pulai juga mencapai 1.062,2 hektare.
Sementara itu, wilayah administrasi Seruyan mencatat kebakaran di beberapa lokasi. Pembuang Hulu tercatat mencapai 600 hektare. Sungai Baung mencapai 666,5 hektare, sedangkan Sungai Perlu mencapai 929,2 hektare. Data tersebut menjadi bagian dari total luasan kawasan TNTP yang terbakar.Karhutla TN Tanjung Puting membuat penanganan membutuhkan pengerahan personel secara berkelanjutan. Tim gabungan harus menyesuaikan strategi dengan kondisi medan dan ketersediaan air. Petugas juga terus berupaya mencegah api bergerak ke kawasan lain.Kementerian Kehutanan berharap perubahan cuaca dapat membantu proses pemadaman. Hujan di kawasan TNTP dapat membantu menekan titik api sekaligus mendukung pemulihan kawasan konservasi yang terdampak kebakaran.
Kebakaran di kawasan taman nasional juga membutuhkan perhatian karena TNTP merupakan kawasan konservasi. Pengendalian api menjadi bagian penting untuk mencegah dampak kebakaran meluas. Tim di lapangan terus memantau kondisi setiap lokasi dan melakukan pemadaman sesuai situasi.Besarnya luasan kebakaran menunjukkan tantangan penanganan tidak hanya berada pada jumlah titik api. Akses menuju lokasi dan ketersediaan sumber air turut menentukan kecepatan pemadaman. Karena itu, koordinasi berbagai unsur tetap diperlukan selama proses penanganan berlangsung.Hingga 18 September 2026, tim gabungan masih melakukan upaya pengendalian kebakaran di sejumlah kawasan TNTP. Petugas terus berusaha memadamkan api dan mencegah perluasan kebakaran di tengah kondisi lapangan yang sulit.





















