Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Terdampak Kabut Asap, 34 Pergerakan Terganggu

Dok : Istimewa

Kaltengpedia.com – PALANGKA RAYA – Penerbangan Bandara Tjilik Riwut terdampak kabut asap yang menyelimuti Palangka Raya dalam dua hari terakhir. Kondisi tersebut membuat jarak pandang menurun dan mengganggu aktivitas pesawat di bandara. Hingga Jumat (18/9/2026), sebanyak 34 pergerakan penerbangan terdampak kondisi tersebut.Executive General Manager Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, mengatakan gangguan operasional terjadi akibat cuaca berupa kabut asap. Kondisi itu bukan akibat kerusakan fasilitas bandara maupun peralatan navigasi pendaratan.

Menurut Made, jarak pandang di sekitar area penerbangan hanya mencapai sekitar 800 meter. Angka tersebut berada di bawah jarak pandang yang diperlukan untuk mendukung aktivitas penerbangan dengan aman. Pihak bandara menyebut jarak pandang aman berada di kisaran 1.500 hingga 2.000 meter.Kondisi jarak pandang juga berubah mengikuti arah angin dan tingkat kepekatan kabut asap. Karena itu, pihak bandara terus memantau kondisi cuaca sebelum pesawat melakukan pendaratan maupun lepas landas.Dampak kabut asap terlihat dari jumlah penerbangan yang mengalami gangguan. Pada Kamis (17/9/2026), sebanyak 16 pergerakan penerbangan terdampak. Jumlah tersebut meningkat menjadi 18 pergerakan pada Jumat (18/9/2026). Totalnya mencapai 34 pergerakan dalam dua hari.

Sejumlah maskapai juga mengambil keputusan untuk membatalkan penerbangan. Garuda Indonesia dan Super Air Jet termasuk maskapai yang membatalkan penerbangan akibat kondisi jarak pandang. Sementara itu, Lion Air dan Citilink masih menunggu perkembangan cuaca sebelum menentukan keputusan operasional.Pihak Bandara Tjilik Riwut berharap kondisi cuaca segera membaik. Jika jarak pandang kembali memenuhi persyaratan keselamatan, aktivitas penerbangan dapat berjalan normal. Manajemen bandara tetap memantau perkembangan kondisi dari waktu ke waktu.Calon penumpang juga diminta aktif memeriksa informasi penerbangan melalui kanal resmi maskapai. Penumpang perlu mengantisipasi kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal selama kabut asap masih memengaruhi jarak pandang di sekitar bandara.

Di tengah kondisi tersebut, Bandara Tjilik Riwut menyiapkan sejumlah fasilitas untuk membantu penumpang dan pengunjung. Fasilitas tersebut mencakup ruangan oksigen, layanan ambulans selama jam operasional, serta masker gratis yang dapat diperoleh melalui petugas bandara.Penerbangan Bandara Tjilik Riwut akan kembali berjalan normal setelah kondisi cuaca memenuhi persyaratan keselamatan. Manajemen bandara menempatkan keselamatan penerbangan sebagai pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional.Kabut asap yang mengganggu penerbangan juga menjadi salah satu dampak dari kondisi kebakaran dan kualitas udara di Kalimantan Tengah. Gangguan tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat di darat, tetapi juga berdampak pada mobilitas masyarakat melalui jalur udara.

Pos terkait