Kaltengpedia.com – Sejumlah isu liar yang beredar di ruang publik menyebut adanya dugaan proyek bermasalah dan mangkrak pada Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Sukamara. Namun, penelusuran data lapangan, dokumen pelaksanaan, serta pengawasan yang berjalan menunjukkan bahwa narasi tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan fakta.
Beberapa proyek yang kerap disebut dalam isu tersebut meliputi pembangunan Pasar Saik (sayur dan ikan) di Jalan M. Nazir, Kelurahan Padang, peningkatan jalan di wilayah Kartamulya yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit, lanjutan peningkatan jalan Kartamulya (Silpa DBH Sawit 2024), serta pembangunan perumahan transmigrasi di Kecamatan Jelai.
Berdasarkan data pelaksanaan dan pemantauan, proyek-proyek tersebut tidak dalam kondisi mangkrak, melainkan berjalan secara bertahap sesuai tahapan kontrak dan skema penganggaran. Pembangunan Pasar Saik, misalnya, berada dalam proses lanjutan dan justru mendapatkan pendampingan aparat penegak hukum sebagai bagian dari upaya memastikan proyek berjalan sesuai aturan, spesifikasi teknis, dan prinsip kehati-hatian.
Hal serupa juga terlihat pada proyek peningkatan jalan di Kartamulya. Pekerjaan dilakukan secara bertahap karena menyesuaikan dengan mekanisme DBH Sawit dan Silpa DBH Sawit 2024, yang secara teknis memang tidak seluruhnya dikerjakan dalam satu waktu anggaran. Kondisi ini kerap disalahartikan sebagai proyek bermasalah, padahal masih berada dalam koridor perencanaan.
Sementara itu, pembangunan perumahan transmigrasi di Kecamatan Jelai masih berjalan dan sebagian unit telah memasuki tahap penyelesaian. Program ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan transmigrasi yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan wilayah.
Di sisi lain, data Insight Kalped 2025 menunjukkan tingkat kepercayaan publik yang tinggi terhadap kepemimpinan Bupati Masduki. Sebanyak 92 persen masyarakat Sukamara tercatat menyatakan puas, terbantu, dan merasakan langsung dampak pembangunan infrastruktur serta pelayanan publik yang dijalankan. Angka ini mencerminkan persepsi publik yang kuat dan berbanding terbalik dengan narasi negatif yang berkembang.
Dengan demikian, isu dugaan proyek mangkrak yang beredar lebih banyak bersumber dari asumsi dan potongan informasi yang tidak utuh. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di Sukamara tetap berjalan, diawasi, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sebagaimana tercermin dalam data kepercayaan publik sepanjang 2025.






















