Kaltengpedia – Palangka Raya – Pelaksanaan Kalteng Wastra Festival 2026 menjadi momentum penting bagi kebangkitan industri kreatif berbasis budaya di Kalimantan Tengah. Kegiatan yang digelar Dekranasda Kalteng tersebut menghadirkan ratusan pengrajin dan desainer lokal untuk memamerkan karya terbaik mereka.
Festival yang berlangsung di Palangka Raya itu menampilkan beragam produk kain tradisional khas Kalimantan Tengah yang dipadukan dengan sentuhan modern. Selain menjadi ajang promosi budaya, kegiatan tersebut juga bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
Ketua Dekranasda Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran menyebut bahwa kegiatan ini bukan sekadar pameran dan perlombaan, tetapi menjadi wadah memperkuat kolaborasi antar pelaku industri kreatif di daerah.
Menurutnya, semangat inovasi dan kreativitas sangat diperlukan agar produk wastra lokal mampu terus berkembang dan diterima pasar yang lebih luas. Karena itu, Dekranasda terus memberikan dukungan kepada pengrajin, desainer, dan pelaku UMKM.
Festival tersebut juga menghadirkan talk show budaya yang membahas pentingnya menjaga keberlanjutan wastra sebagai bagian dari identitas daerah. Berbagai narasumber nasional turut hadir memberikan wawasan mengenai pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal.
Pemerintah daerah berharap kegiatan seperti ini mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi generasi muda kreatif di Kalimantan Tengah.
Selain itu, pengembangan industri kreatif dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Produk kerajinan lokal yang memiliki nilai budaya tinggi dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.
Melalui Wastra Festival 2026, Dekranasda Kalteng ingin menunjukkan bahwa budaya lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya daerah tetap lestari. (Yd/Kalped)




















