Inovasi Filter Air Gambut Pelajar SMAN 3 Palangka Raya Tembus Lomba Nasional 2026
Dok : Antara Kalteng News
Kaltengpedia.com – Anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang mengaku bangga dengan penelitian dan inovasi sejumlah pelajar SMAN 3 Palangka Raya, yakni pure-peat filter atau penyaring air gambut menggunakan bahan-bahan lokal untuk meningkatkan kualitas air.
“Apalagi hasil peneliti dan inovasi itu akan diikutsertakan dalam Lomba Peneliti Belia 2026 tingkat nasional di Universitas Indonesia,” kata Teras dihubungi dari Palangka Raya, Senin.
Pengakuan itu dia sampaikan usai bertemu dan mendengarkan langsung pemaparan enam pelajar SMAN 3 Palangka Raya di ruang kerjanya di DPD RI, Jakarta.
Adapun enam pelajar SMAN 3 Palangka Raya yang bertemu itu terdiri dari Geovan Marvellino sebagai ketua, bersama Chintya Putri Jasmine, Gladys Nathazia Ananda Debint, Katherine Allusia Handra, Marsel U dan Raelynn Telabang Narang. Mereka didampingi guru pembimbing Robintang Sitorus saat bertemu Teras Narang.
Sementara penelitian para pelajar yang diberi pure-peat filter itu merupakan sistem penyaringan yang dirancang untuk menjernihkan air gambut, sekaligus meningkatkan tingkat keasaman atau pH air menggunakan material yang tersedia di Kalimantan Tengah. Bahan penyaring yang digunakan meliputi tanaman purun, arang dari limbah kayu, pasir Tangkiling, pasir Sungai Kahayan, serta kerikil.
Pemanfaatan bahan-bahan lokal tersebut menjadi salah satu keunggulan inovasi karena berpotensi dikembangkan sebagai teknologi pengolahan air yang lebih mudah diterapkan di wilayah gambut.
Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian laboratorium yang disampaikan tim, alat tersebut mampu meningkatkan pH air gambut dari 4,0 menjadi 6,5, sedangkan tingkat kejernihan air dilaporkan meningkat hingga 60 persen.
Hasil tersebut menunjukkan potensi PURE-PEAT FILTER sebagai teknologi alternatif pengolahan air gambut. Namun, pengujian lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanan air hasil penyaringan sebelum digunakan sebagai air konsumsi.
Teras Narang yang juga dosen terbang di salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Jakarta ini pun menilai, penelitian para pelajar SMAN 3 Palangka Raya tersebut memiliki relevansi dengan kondisi geografis Kalimantan Tengah yang memiliki kawasan gambut cukup luas dan menghadapi tantangan penyediaan air bersih.
Menurut dia, inovasi yang dikembangkan para pelajar menunjukkan penelitian sejak usia sekolah dapat diarahkan untuk menghasilkan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
