Api Karhutla Dekati Permukiman Palangka Raya, Manggala Agni Berjuang hingga Subuh

download

Kaltengpedia.com – Senin, 12 Oktober 2026, Manggala Agni Palangka Raya terus berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mendekati permukiman warga. Petugas harus bekerja hingga dini hari untuk memadamkan api di sejumlah titik. Setelah menyelesaikan satu penanganan, tim kembali bergerak ketika muncul laporan kebakaran lain yang berpotensi mengancam kawasan tempat tinggal.

Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Kalimantan, Yudo Shekti Mutiko, mengatakan petugas berupaya merespons laporan masyarakat, terutama ketika api berpotensi merembet ke permukiman. Kondisi tersebut membuat personel harus tetap siaga meskipun waktu istirahat terbatas. Respons cepat diperlukan agar kebakaran dapat segera ditangani dan tidak semakin meluas ke area yang berisiko bagi warga.

Catatan penanganan pada 8–9 Oktober 2026 menunjukkan petugas berjibaku di beberapa lokasi. Pada Kamis (8/10), pemadaman berlangsung di Jalan Mahir Mahar, dekat Green House, mulai pukul 19.20 hingga 19.56 WIB. Selanjutnya, tim menangani kebakaran di Jalan Talawang, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, mulai pukul 22.28 WIB hingga 01.00 WIB. Pada Jumat (9/10) dini hari, petugas kembali memadamkan api di Jalan Mahir Mahar, Kelurahan Sabaru, dari pukul 03.30 hingga 05.34 WIB.

Rangkaian kejadian tersebut menggambarkan tantangan penanganan karhutla ketika kebakaran muncul di beberapa lokasi dalam rentang waktu berdekatan. Petugas harus menyesuaikan pengerahan personel dengan laporan dan kondisi di lapangan. Kebakaran yang berada dekat permukiman membutuhkan penanganan cepat karena berpotensi meluas dan membahayakan lingkungan sekitar.

Yudo menegaskan, Manggala Agni berupaya menindaklanjuti laporan warga, khususnya jika kebakaran berpotensi mengancam keselamatan penduduk. Masyarakat yang melihat kemunculan api di kawasan rawan diharapkan segera melaporkannya kepada petugas setempat. Informasi lokasi yang jelas dapat membantu mempercepat penanganan. Upaya bersama antara petugas dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah api meluas ke permukiman di Palangka Raya.