Kredit Bank di Kalteng Tembus Rp55,52 Triliun, Sektor Produktif Capai Rp33,28 Triliun

Picture1

Dok : Antara Kalteng News

Kaltengpedia.com – Senin, 12 Oktober 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat total penyaluran kredit bank umum mencapai Rp55,52 triliun pada posisi Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, kredit produktif mencapai Rp33,28 triliun, sedangkan kredit konsumtif sebesar Rp22,24 triliun.

Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz menjelaskan, kredit produktif terdiri atas kredit modal kerja dan kredit investasi. Kredit modal kerja tercatat sebesar Rp19,30 triliun atau 34,76 persen dari total penyaluran. Sementara itu, kredit investasi mencapai Rp13,98 triliun atau 25,18 persen. Adapun kredit konsumtif menyumbang 40,06 persen dengan nilai Rp22,24 triliun.

Menurut Primandanu, kinerja perbankan di Kalteng masih berada dalam kondisi baik berdasarkan sejumlah indikator, termasuk perkembangan kredit dan pembiayaan. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan perbankan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendukung kegiatan usaha dan investasi.

Berdasarkan sektor ekonomi, rumah tangga menjadi penerima kredit terbesar dengan nilai Rp21,90 triliun atau 39,44 persen dari total kredit. Posisi berikutnya ditempati sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mencapai Rp16,62 triliun atau 29,93 persen. Besarnya penyaluran kepada sektor tersebut memperlihatkan peran penting aktivitas rumah tangga dan usaha berbasis sumber daya alam dalam perekonomian daerah.

Sektor lainnya meliputi industri pengolahan sebesar Rp1,21 triliun atau 2,18 persen, aktivitas jasa lainnya Rp1,01 triliun atau 1,82 persen, serta konstruksi Rp910 miliar atau 1,63 persen. Angka tersebut merupakan lima sektor ekonomi terbesar berdasarkan data yang disampaikan OJK Kalteng untuk periode Agustus 2026.

Dari sisi skala usaha, penyaluran kredit bank umum masih didominasi kelompok non-UMKM dengan nilai Rp36,91 triliun atau 66,48 persen. Sementara itu, kredit mikro mencapai Rp9,40 triliun atau 16,93 persen, kredit kecil sebesar Rp5,94 triliun atau 10,69 persen, dan kredit menengah Rp3,28 triliun atau 5,90 persen.

Data OJK tersebut memberikan gambaran mengenai struktur pembiayaan perbankan di Kalteng. Meski kredit produktif telah mencapai Rp33,28 triliun, penyaluran kepada kelompok non-UMKM masih mengambil porsi terbesar. Perkembangan selanjutnya menjadi penting untuk melihat bagaimana akses pembiayaan dapat mendukung investasi, memperkuat usaha produktif, serta memperluas peran UMKM dalam perekonomian daerah.