Karhutla Bakar 1.301 Hektare Lahan, Mengapa Barsel Perpanjang Darurat hingga November?
Dok : Antara Kalteng News
Kaltengpedia.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), telah mencapai 1.301,99 hektare sejak awal Januari hingga 16 Oktober 2026. Pemerintah Kabupaten Barito Selatan pun memperpanjang status tanggap darurat bencana karhutla dan kekeringan ekstrem hingga 2 November 2026.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Selatan, Agus In’Yulius, mengatakan status tanggap darurat telah berlaku sejak 5 Agustus 2026 dan kini memasuki perpanjangan tahap ketiga. Menurutnya, status tersebut menjadi landasan untuk memperkuat penanganan karhutla secara terpadu, termasuk koordinasi lintas instansi, pengerahan personel dan peralatan, serta dukungan operasional sesuai ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan data BPBD, kebakaran tersebar di enam kecamatan dengan kejadian terbanyak di Dusun Selatan, yakni 170 kejadian yang menghanguskan 830,88 hektare. Selanjutnya, Dusun Hilir mencatat 21 kejadian seluas 165,71 hektare, Karau Kuala 42 kejadian seluas 133,36 hektare, Jenamas 46 kejadian seluas 82,54 hektare, Dusun Utara 15 kejadian seluas 74 hektare, serta Gunung Bintang Awai lima kejadian seluas 15,50 hektare. Sebagian besar lahan terbakar berada di kawasan dengan vegetasi gambut yang memerlukan penanganan khusus.
Agus menjelaskan, luas kebakaran meningkat sejak Juli 2026 dengan 49,35 hektare, melonjak menjadi 480,11 hektare pada Agustus dan 538,90 hektare pada September. Sementara itu, kebakaran selama 1–16 Oktober mencapai 216,525 hektare. Data Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi+) juga mencatat 9.576 titik panas di Barsel sejak Januari hingga pertengahan Oktober 2026. Agus menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan dukungan seluruh unsur, termasuk masyarakat. Ia mengimbau warga tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan indikasi kebakaran kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin.
