Hujan Dua Hari, Petugas Masih Sisir Titik Asap di Taman Nasional Tanjung Puting

manggala-agni-daerah-operasi-daops-kalimantan-iiipangkalan-bun-bersama-relawan-tni-dan-polri-melakukan-pemadaman-lanjutan-di-s-1793286932259_169

Dok : Istimewa

Kaltengpedia.com – Penyisiran asap TNTP masih dilakukan petugas meskipun hujan telah mengguyur kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, selama dua hari. Pada Kamis (29/10/2026), Manggala Agni bersama relawan, TNI dan Polri tetap memantau sejumlah lokasi yang masih mengeluarkan asap, terutama di kawasan Sungai Sekonyer dan Tanjung Harapan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sisa kebakaran tidak kembali memicu munculnya api.

Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan III/Pangkalan Bun, Binsar Oktavianus Togatorop, mengatakan penanganan difokuskan pada mopping up atau pendinginan sisa kebakaran. Petugas harus memastikan bara api yang masih tersimpan di dalam lapisan gambut benar-benar padam. Sebab, hujan yang turun belum tentu menjangkau seluruh bagian lahan yang terbakar. Karena itu, lokasi yang masih mengeluarkan asap tetap perlu diperiksa dan ditangani secara langsung.

Menurutnya, penyisiran asap TNTP menjadi bagian penting dari tahap akhir penanganan kebakaran. Petugas tidak hanya memantau permukaan lahan, tetapi juga memastikan tidak ada bara yang berpotensi kembali menyala. Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan agar titik kebakaran yang sudah ditangani tidak berkembang menjadi sumber api baru.

Selain melalui jalur darat, pemadaman juga dilakukan menggunakan helikopter dengan metode water bombing. Operasi udara tersebut masih diintensifkan melalui penyisiran dari wilayah timur. Pada Kamis, kegiatan pengeboman air berlangsung di kawasan Telaga Pulang, Kabupaten Seruyan, untuk menjangkau lokasi yang membutuhkan penanganan. Dukungan pemadaman dari udara menjadi bagian dari upaya menjangkau area yang sulit ditangani melalui jalur darat.

Di sisi lain, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meminta penanganan karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman saat api muncul. Dalam rapat koordinasi di Istana Isen Mulang, Kamis (29/10/2026), ia meminta evaluasi menyeluruh terhadap pencegahan, pengawasan lahan, perizinan, hingga penegakan hukum. Pemerintah juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor agar upaya pengendalian karhutla berjalan melalui tindakan nyata di lapangan.

Penanganan karhutla di kawasan TNTP membutuhkan pengawasan yang konsisten, terutama pada lahan gambut yang masih berpotensi menyimpan bara setelah hujan turun. Karena itu, petugas tetap melakukan pemeriksaan dan pendinginan sampai lokasi yang terdampak dinyatakan aman. Hujan membantu mengurangi kondisi kering, tetapi tidak serta-merta menghilangkan risiko munculnya kembali titik api.