Kaltengpedia.com – Kondisi udara di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kembali memburuk. Setelah sempat merasakan udara yang lebih bersih dan normal selama kurang lebih satu pekan akibat hujan yang mengguyur sejumlah wilayah, kabut asap kini kembali menyelimuti Kota Palangka Raya, Kamis (5/11/2026).

Berdasarkan video yang diterima Kaltengpedia, suasana di sejumlah ruas jalan tampak diselimuti kabut berwarna kekuningan. Pepohonan, kendaraan, hingga bangunan di kejauhan terlihat samar akibat pekatnya kabut asap.

Kondisi ini kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama terkait dampaknya terhadap kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Padahal, hujan yang turun beberapa hari sebelumnya sempat memberikan harapan bahwa persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya mulai terkendali. Namun, kenyataannya kabut asap kembali muncul.

Sejumlah informasi pada 4 November 2026 juga melaporkan bahwa asap kembali muncul dari kawasan bekas kebakaran yang diduga masih menyimpan bara di dalam tanah gambut.

Bahkan, laporan indeks kualitas udara terkini pada Kamis (5/11/2026) menyebutkan konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya mencapai 562,6 µg/m³ berdasarkan data yang diklaim bersumber dari pemantauan BMKG pukul 11.00 WIB. Angka tersebut masuk kategori berbahaya.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: mengapa kabut asap masih terus kembali meskipun hujan sudah turun?

Apakah penanganan karhutla selama ini belum menyentuh persoalan hingga ke akar? Apakah masih ada lahan yang menyimpan bara api dan belum benar-benar dipadamkan?

Pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait tentu perlu kembali mengevaluasi langkah penanganan karhutla. Jangan sampai masyarakat terus menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya setiap kali kabut asap kembali datang.

Persoalan ini bukan sekadar soal pemandangan kota yang tertutup asap, tetapi juga menyangkut kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Tengah.

Sempat normal selama sepekan, kini kabut asap kembali. Ada yang salah dengan penanganan karhutla di Kalteng?

Masyarakat tentu berharap ada langkah nyata dan penanganan menyeluruh agar persoalan kabut asap tidak terus berulang.