Hasupa Hasundau Gubernur Kalteng Tekankan Persatuan Hadapi Karhutla

images (40)

Dok : Istimewa

Kaltengpedia.com – Hasupa Hasundau Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran digelar bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Jumat (23/10/2026). Pertemuan yang berlangsung setelah salat Subuh berjemaah di masjid tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang dialog untuk membahas kondisi terkini Kalimantan Tengah, khususnya dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Agustiar Sabran menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh lintas agama, dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama karhutla yang melanda Kalimantan Tengah.

“Hanya dengan kebersamaan semua elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama, kita mampu melewati masa-masa sulit, khususnya menghadapi karhutla saat ini,” ucapnya.

Ia juga mengharapkan partisipasi aktif tokoh lintas agama dalam menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan kepada masyarakat. Menurutnya, tokoh agama memiliki peran strategis karena menjadi figur yang dihormati dan diteladani oleh umat maupun masyarakat luas.

“Tokoh agama merupakan figur terpandang dan diteladani. Tentu dengan pesan-pesan damai, kebersamaan, serta ajakan untuk saling bahu-membahu dalam menghadapi persoalan, akan tercipta rasa tenang di masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Tengah, Khairil Anwar, mengapresiasi pertemuan lintas agama tersebut. Ia menilai, dialog dan silaturahmi antartokoh agama penting untuk menyatukan persepsi serta memperkuat sinergi dalam menghadapi karhutla.

“MUI Kalteng dan seluruh elemen organisasi keagamaan Islam siap berkontribusi sesuai dengan kapasitas masing-masing untuk menciptakan suasana yang kondusif di Kalimantan Tengah,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Kalimantan Tengah, Pdt. Ayang, menyampaikan bahwa falsafah Huma Betang yang hidup di tengah masyarakat Dayak merupakan landasan penting dalam memperkuat semangat gotong royong dan toleransi.

“Falsafah Huma Betang yang menjadi pandangan hidup masyarakat Dayak Kalimantan Tengah merupakan semangat yang membumi dan mampu merajut rasa persatuan yang kokoh,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan tokoh agama Katolik, Pastor Cornelius Fallo, meyakini bahwa semangat kebersamaan yang dibangun melalui Hasupa Hasundau Gubernur Kalteng bersama Wakil Gubernur H. Edy Pratowo dapat menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk karhutla.

“Dengan semangat kebersamaan yang dibangun oleh Bapak Gubernur selama ini, kita akan mampu menghadapi persoalan seberat apa pun,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Kalimantan Tengah Marsma TNI Muhammad Nur menyoroti maraknya penyebaran hoaks di media sosial. Ia mengharapkan tokoh lintas agama turut berperan dalam mengedukasi masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial serta selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi.

“Dukungan dan kontribusi tokoh agama dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat agar bijak menggunakan media sosial dan sangat selektif memilah informasi sangat strategis,” paparnya.

Melalui agenda Hasupa Hasundau Gubernur Kalteng tersebut, diharapkan terbangun komunikasi dan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, tokoh lintas agama, dan tokoh masyarakat. Kebersamaan tersebut diharapkan mampu menjaga kerukunan, menciptakan suasana yang kondusif, serta memperkuat kepedulian bersama dalam menghadapi karhutla dan menangkal penyebaran informasi yang tidak benar di Kalimantan Tengah.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, serta para ulama, tokoh lintas agama, dan tokoh masyarakat lainnya.