Dana Sempat Habis, Palangka Raya Akhirnya Dapat Rp 10 Miliar untuk Penanganan Karhutla

images (39)

Dok : Istimewa

Kaltengpedia.com –  Setelah sempat kehabisan dana untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemko Palangka Raya, Kalimantan Tengah akhirnya menerima bantuan Rp 10 miliar dari pemerintah pusat. Dana karhutla Palangka Raya ini diperoleh setelah Pemko berkali-kali mengajukan permohonan bantuan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, membenarkan bantuan tersebut telah diterima pada Rabu (21/10/2026) sore. Dana tersebut diharapkan memperkuat upaya pengendalian kebakaran di tengah kabut asap yang masih menyelimuti ibu kota provinsi.

“Betul, pukul 4 sore kemarin kita sudah menerima,” ujar Hendrikus, Kamis (22/10/2026).

Dengan pencairan tersebut, Palangka Raya akhirnya masuk dalam daftar daerah penerima bantuan pemerintah pusat untuk penanganan karhutla di Kalteng. Sebelumnya, kota ini belum tercantum dalam alokasi awal bantuan yang mencapai Rp 125 miliar.

Dalam pembagian awal, Pemerintah Provinsi Kalteng mendapat Rp 40 miliar. Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau masing-masing memperoleh Rp 20 miliar, sedangkan Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, dan Katingan masing-masing menerima Rp 15 miliar.

Hendrikus menjelaskan, dalam lampiran penerima bantuan tersebut, Palangka Raya masuk kategori sedang. Penentuan tingkat keparahan merupakan kewenangan pemerintah pusat, dengan indikator yang antara lain berkaitan dengan jumlah titik panas atau hotspot yang terpantau di masing-masing daerah.

“Kalau kategori itu yang menentukan pusat. Bersyukur kita kategorinya sedang daripada parah, sangat parah, karena memang dari jumlah hotspot se-Kalimantan Tengah kita tidak pernah di urutan tiga besar Palangka Raya itu,” jelasnya.

Meski demikian, status kategori sedang tersebut menjadi sorotan karena kabut asap di Palangka Raya belakangan masih cukup pekat. Hendrikus menegaskan, kondisi asap yang menyelimuti kota tidak selalu mencerminkan tingkat kebakaran yang terjadi di wilayah administrasi setempat.

Menurutnya, penilaian tingkat keparahan karhutla juga berkaitan dengan jumlah titik api dan luas penyebaran kebakaran. Ia mengklaim titik api di Palangka Raya relatif lebih terkendali dibandingkan sejumlah kabupaten lain berkat penanganan tim di lapangan.

“Titik api Kota Palangka Raya dibanding kabupaten lain lebih baik, lebih tertangani dan teratasi karena tim kita bekerja. Penyebarannya ada, tetapi penahanannya tuntas,” tegasnya.

Hendrikus mengatakan, pemerintah kota terus menginstruksikan petugas agar melakukan penanganan secara maksimal sesuai arahan Wali Kota Palangka Raya. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas dan menekan dampak kebakaran di wilayah perkotaan.

Terkait kabut asap yang masih menyelimuti kota, ia menyebut sumbernya tidak hanya berasal dari kebakaran di dalam wilayah Palangka Raya. Asap dari kebakaran di kabupaten sekitar dapat terbawa angin hingga memasuki ibu kota provinsi.

“Asap yang meliputi Kota Palangka Raya itu tidak lain karena asap dari luar Kota Palangka Raya, dari kabupaten tetangga yang masuk ke kota melalui angin,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kondisi angin yang relatif tenang membuat asap yang masuk sulit bergerak keluar sehingga berkumpul dan bertahan lebih lama di wilayah kota.

“Kalau bahasanya BMKG, anginnya tenang. Sehingga asap berkumpul di Kota Palangka Raya,” ujarnya.

Hendrikus menambahkan, bantuan Rp 10 miliar tersebut merupakan hasil dari sejumlah upaya pengajuan yang dilakukan Pemerintah Kota Palangka Raya kepada pemerintah pusat. Wali Kota Palangka Raya disebut telah berulang kali menyampaikan kebutuhan dukungan anggaran dalam berbagai pertemuan koordinasi.

“Pak Wali juga sudah mengusulkan,” katanya.

Usulan itu kembali disampaikan dalam pertemuan antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk ketika pejabat pusat berkunjung ke Kalimantan Tengah. Pemerintah kota turut menyampaikan dokumen dan kebutuhan penanganan karhutla sebagai bagian dari pengajuan bantuan.

“Dengan diterimanya anggaran tersebut, pemerintah kota diharapkan dapat memperkuat langkah pencegahan, pemadaman, dan pengendalian karhutla,” pungkasnya.

Namun, di tengah bantuan yang telah diterima, tantangan belum berakhir karena kabut asap masih menyelimuti Palangka Raya dan dipengaruhi kebakaran di wilayah sekitarnya.