DPRD Kalteng Sentil Menkes soal Kabut Asap, Minta Aksi Nyata Lindungi Warga
Kaltengpedia.com – 21 Oktober 2026, Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, meminta pemerintah mengambil langkah nyata untuk menangani dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap di sejumlah wilayah. Ia menyayangkan imbauan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin agar masyarakat beradaptasi dengan kondisi kabut asap.
Menurut Junaidi, masyarakat yang terdampak membutuhkan tindakan konkret dari pemerintah, baik pusat maupun daerah. Penanganan karhutla dan dampaknya terhadap kesehatan warga dinilai tidak cukup hanya dengan meminta masyarakat menyesuaikan diri terhadap kondisi lingkungan yang dipenuhi asap.
Sebagai warga Dayak sekaligus anggota DPRD yang memahami kondisi di lapangan, Junaidi menilai persoalan kabut asap memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Ia mendorong kementerian, lembaga, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar turun langsung dan mengambil langkah yang diperlukan untuk membantu masyarakat.
Junaidi secara khusus menyoroti peran Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dalam melindungi warga yang terpapar asap. Menurutnya, kesiapan layanan medis dan penyaluran bantuan kesehatan harus menjadi prioritas selama kondisi kabut asap masih berlangsung.
Ia berharap masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap dapat memperoleh pelayanan dan penanganan medis yang memadai. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih luas, terutama bagi warga yang berada di wilayah dengan paparan asap tinggi.
Selain penanganan darurat, Junaidi meminta Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah menyusun rencana aksi yang terkoordinasi. Rencana tersebut diharapkan mencakup program jangka pendek untuk membantu masyarakat selama karhutla berlangsung hingga upaya pemulihan kesehatan setelah kondisi membaik.
Menurutnya, kerangka kerja yang jelas diperlukan agar setiap instansi memahami tugas dan langkah yang harus dilakukan. Dengan koordinasi yang baik, bantuan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak diharapkan dapat disalurkan secara lebih efektif.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia, balita, dan ibu hamil, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah guna menekan risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.
Budi menyampaikan bahwa masyarakat perlu beradaptasi dengan kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah. Ia menyarankan warga untuk tetap berada di rumah jika memungkinkan dan menghindari aktivitas di luar ruangan kecuali untuk keperluan mendesak.
Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah, Menkes menyarankan penggunaan masker, terutama jenis N95 yang memiliki kemampuan menyaring partikel lebih baik dibandingkan masker biasa. Penggunaan kacamata juga dianjurkan untuk membantu mengurangi risiko iritasi mata akibat paparan asap.
Menanggapi kondisi tersebut, Junaidi menegaskan bahwa imbauan perlindungan diri perlu diikuti kesiapan nyata pemerintah dalam menangani dampak karhutla. Ia berharap seluruh instansi terkait dapat memperkuat koordinasi, menyediakan dukungan kesehatan yang diperlukan, serta memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan yang memadai.
