Festival Budaya Isen Mulang 2025 Habiskan Anggaran Lebih dari Rp8 Miliar

kaltengpedia.com – Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2025 kembali digelar meriah oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar Kalteng), dengan mengusung tema “Spirit of Isen Mulang”. Namun di balik kemeriahan tersebut, publik menyoroti besarnya anggaran yang digunakan dalam kegiatan tahunan ini.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), tercatat bahwa total anggaran yang dihabiskan untuk penyelenggaraan FBIM 2025 mencapai lebih dari Rp8 miliar. Dana tersebut dialokasikan melalui tiga paket pengadaan jasa berbeda yang seluruhnya dilakukan melalui mekanisme E-Purchasing.

Rincian Anggaran:

Jasa Penyelenggaraan Event Festival Budaya Isen Mulang 2025

• Tanggal: 15 April 2025

• Nilai: Rp4.000.000.000

• Jenis: Jasa Lainnya

Jasa Pendukungan Penyelenggaraan Festival Budaya Isen Mulang 2025

• Tanggal: 30 April 2025

• Nilai: Rp2.750.000.000

• Jenis: Jasa Lainnya

Jasa Penyelenggaraan Karnaval Budaya FBIM 2025

• Tanggal: 15 Mei 2025

• Nilai: Rp1.300.000.000

• Jenis: Jasa Lainnya

Total anggaran dari ketiga kegiatan tersebut mencapai Rp8,05 miliar, memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai efektivitas dan transparansi penggunaan dana publik, terlebih di tengah situasi ekonomi yang masih menantang bagi sebagian warga.

Sejumlah pihak menilai bahwa meskipun FBIM memiliki nilai penting dalam pelestarian budaya dan pariwisata daerah, namun pengalokasian dana dalam jumlah besar sepatutnya diikuti dengan laporan pertanggungjawaban yang terbuka, terutama terkait rincian pembelanjaan, penyedia jasa, hingga hasil konkret bagi masyarakat dan pelaku ekonomi lokal.

Meski anggaran menjadi sorotan, FBIM 2025 tetap berlangsung semarak dan menjadi magnet wisata tahunan. Salah satu acara utama yang paling mencuri perhatian publik adalah Karnaval Budaya, yang menampilkan berbagai atraksi kesenian daerah dengan tema “Bersatu dalam Keberagaman Budaya”.

Acara puncak festival dilangsungkan pada 18 Mei 2025 lalu dan diikuti oleh peserta dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, serta perwakilan komunitas budaya lainnya.

Pos terkait