Kejar Hujan di Tengah Karhutla Kalteng, 7,2 Ton Bahan Semai Ditebar

hujan buatan detik

Kaltengpedia.com – 25 Oktober 2026, Upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca. Sebanyak 7,2 ton bahan semai telah digunakan untuk mendukung pembentukan hujan di sejumlah wilayah.

Operasi ini melibatkan TNI AU Kalimantan Tengah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui PT Milan Pillery Bersatu. Berdasarkan laporan Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB) Karhutla, penyemaian dilakukan dalam delapan penerbangan menggunakan beberapa jenis pesawat.

Bahan yang dikerahkan terdiri atas 5,2 ton es kering atau dry ice dan 2 ton natrium klorida (NaCl). Penyemaian diarahkan ke sejumlah wilayah, termasuk Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Kotawaringin Barat, serta kawasan sekitar Palangka Raya.

Selain operasi tersebut, kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan turut menjadi perhatian. Prakirawan BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra, menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi secara bertahap mulai 24 Oktober 2026.

Pada 25 Oktober, peluang hujan diprakirakan muncul di Kotawaringin Barat, Sukamara, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Kapuas, dan Palangka Raya. Sementara pada 26–29 Oktober, potensi tersebut diperkirakan mencakup 11 wilayah, termasuk Lamandau, Barito Utara, Murung Raya, dan Gunung Mas.

Menurut BMKG, belokan angin dan konvergensi di wilayah utara Kalimantan Tengah dapat mendukung pertumbuhan awan hujan. Namun, kondisi udara yang relatif kering serta atmosfer yang stabil masih dapat menghambat pembentukan awan di sejumlah daerah.

Karena itu, potensi hujan belum menjamin seluruh kawasan terdampak karhutla akan menerima curah hujan yang memadai. Masyarakat tetap diminta tidak membakar lahan serta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap masih mengganggu kualitas udara.

Warga juga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, dan orang yang memiliki gangguan pernapasan.

Operasi modifikasi cuaca dan pemantauan prakiraan hujan diharapkan membantu penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan hingga kondisi kebakaran dan kualitas udara membaik.