kaltengpedia.com – Jumlah penderita diabetes di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi yang terbanyak di Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan data Aplikasi Sehat Indonesiaku. Kondisi ini diharapkan menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih menjaga pola hidup sehat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim, Umar Kaderi, di Sampit, Selasa (2/12/2025), mengatakan tingginya angka tersebut dipengaruhi beberapa faktor.
Menurut Umar, hal pertama yang menyebabkan tingginya jumlah penderita diabetes adalah gencarnya pelaksanaan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di puskesmas dan pusat keramaian, tetapi juga melalui sistem jemput bola hingga tingkat RT.
Kotim bahkan telah melampaui target nasional 36 persen pada 2025.
“Alhamdulillah kita sudah mencapai lebih dari 38 persen. Ini berkat kerja keras tim di lapangan,” ujarnya.
Faktor kedua, Kotim merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak di Kalteng. Sehingga meskipun target persentase sama dengan daerah lain, jumlah warganya jauh lebih besar.
“Penduduk kita banyak dan CKG dilakukan secara masif. Jadi dari sisi jumlah, penderita penyakit memang banyak. Termasuk stunting juga tinggi, tetapi ini menunjukkan bahwa kami bekerja sesuai arahan Kemenkes,” jelasnya.
Ia menambahkan, tingginya angka penderita penyakit bukan berarti Kotim buruk, melainkan membantu pemerintah untuk melakukan intervensi dini melalui penyuluhan dan promosi kesehatan.
“Dengan deteksi dini, tindakan penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Misalnya diabetes yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti jantung, stroke, hingga gagal ginjal,” paparnya.
Umar mengungkapkan, kebanyakan penderita diabetes yang tercatat dalam Aplikasi Sehat Indonesiaku masih berada pada tingkat rendah sehingga masih memungkinkan untuk dikendalikan.
“Yang kadar gula darahnya masih rendah masih bisa dikendalikan. Berbeda dengan yang kadarnya sudah di atas 300–400, itu perlu penanganan medis,” terangnya.
Ia menekankan pentingnya pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan maupun pengendalian diabetes, yaitu dengan makan bergizi seimbang, menghindari makanan tinggi karbohidrat dan gula, cukup istirahat, serta rutin berolahraga.
“Faktor genetik memang ada, tetapi pola hidup sehat tetap paling menentukan,” ujarnya.
Umar juga memastikan bahwa data pada Aplikasi Sehat Indonesiaku milik Kemenkes adalah data valid yang bersumber dari kegiatan CKG selama beberapa bulan terakhir.
Per 23 November 2025, tercatat 9.168 penderita diabetes melitus di wilayah Kalimantan Tengah yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Berikut rinciannya:
-
Barito Selatan: 830
-
Barito Timur: 187
-
Barito Utara: 674
-
Gunung Mas: 41
-
Kapuas: 819
-
Katingan: 463
-
Kotawaringin Barat: 367
-
Kotawaringin Timur: 3.502
-
Lamandau: 456
-
Murung Raya: 244
-
Pulang Pisau: 360
-
Seruyan: 421
-
Sukamara: 458
-
Kota Palangka Raya: 346
“Data tersebut benar dari aplikasi Kemenkes dan menunjukkan kinerja kami di lapangan melalui kegiatan CKG. Semua terlihat jelas, tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegas Umar.






















