Ribuan Ayam Mati Akibat Listrik Padam, Peternak Protes ke Kantor PLN Palangka Raya

pendemo-membawa-ribuan-bangkai-ayam-di-depan-kantor-pln-palangka-raya-dok-istimewa-1793366565084_43

Dok :Istimewa

Kaltengpedia.com – Ribuan ayam ternak mati akibat gangguan pasokan listrik yang berulang di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Kerugian tersebut mendorong sejumlah peternak bersama Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap menggelar aksi protes dengan membawa dan melemparkan bangkai ayam ke halaman Kantor PLN UP3 Palangka Raya di Jalan Ahmad Yani, Jumat (30/10/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan agar perusahaan listrik memberikan penjelasan dan solusi atas pemadaman yang dinilai merugikan masyarakat, khususnya pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik.

Salah seorang perwakilan peternak, Satrio (35), mengatakan sekitar 2.000 ayam mati setelah pemadaman listrik menyebabkan sistem sirkulasi udara di kandang tidak berfungsi. Kondisi tersebut membuat suhu kandang meningkat sehingga banyak ternak tidak mampu bertahan. Menurutnya, pemadaman yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung cukup lama berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha peternakan. Kerugian tidak hanya berasal dari hilangnya ribuan ayam, tetapi juga biaya pembelian bibit dan pakan yang telah dikeluarkan. Rencana penjualan ternak yang seharusnya menjadi sumber pemasukan pun ikut terganggu.

Para peternak mendesak manajemen PLN memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab pemadaman listrik yang terus berulang di Palangka Raya. Mereka juga meminta langkah konkret untuk mencegah gangguan serupa kembali terjadi. Satrio menyebutkan keluhan sebelumnya telah disampaikan, tetapi peternak merasa belum memperoleh kejelasan yang memuaskan terkait penanganan persoalan tersebut. Bagi pelaku usaha peternakan, pasokan listrik bukan sekadar kebutuhan penunjang, melainkan bagian penting untuk menjaga suhu dan sirkulasi udara kandang agar ternak tetap hidup.

Melalui aksi tersebut, para peternak berharap PLN memperhatikan dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat gangguan listrik, bukan hanya melihat persoalan tersebut sebagai kendala teknis. Hingga Jumat malam (30/10/2026), pihak Kantor PLN UP3 Palangka Raya belum memberikan penjelasan kepada massa aksi maupun awak media mengenai penyebab pemadaman berulang tersebut. Para peternak berharap pasokan listrik segera kembali stabil sehingga kegiatan usaha masyarakat tidak terus mengalami kerugian akibat gangguan kelistrikan.