Batu Bara Melimpah di Kalimantan Tengah, Mengapa Gaji 3 Bulan dan THR Pekerja Diduga Mandek?

Kaltengpedia.com – Sejumlah karyawan perusahaan tambang batu bara PT Sibaja yang beroperasi di wilayah Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengeluhkan belum diterimanya gaji selama tiga bulan terakhir, yakni periode Januari hingga Maret 2026, termasuk Tunjangan Hari Raya (THR).

Informasi ini disampaikan oleh salah satu sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia mengungkapkan bahwa para pekerja telah cukup lama menunggu kejelasan terkait hak mereka, namun hingga awal April 2026 belum ada pembayaran yang diterima.

“Kami minta tolong bantu perjuangkan gaji kami. Dari Januari sampai Maret, termasuk THR, belum dibayarkan. Kami sudah sangat sabar menunggu, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujarnya kepada wartawan pada Jumat (3/4/2026).

Bacaan Lainnya

Perusahaan tersebut diketahui berada di wilayah Parenggean, sementara kantor pusatnya disebut berada di Balikpapan di bawah naungan PT Arung Group.

Wartawan Kaltengpedia telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan. HRD setempat, Kurnia Ramadhan, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp menyarankan agar konfirmasi dilakukan langsung kepada pihak atasan di kantor pusat.

“Mungkin bisa langsung komunikasi dengan atasan kami saja mas yang ada di kantor pusat,” ujarnya singkat.

Upaya konfirmasi lanjutan kepada pihak manajemen pusat di Balikpapan juga telah dilakukan, namun hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan tanggapan.

Kasus ini menambah daftar persoalan ketenagakerjaan di sektor pertambangan di Kalimantan Tengah. Para pekerja berharap adanya perhatian dari pihak terkait, termasuk instansi pemerintah daerah maupun pengawas ketenagakerjaan, agar hak-hak mereka dapat segera dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Situasi ini menjadi sorotan, mengingat sektor pertambangan merupakan salah satu tulang punggung ekonomi daerah. Keterlambatan pembayaran gaji dinilai dapat berdampak langsung pada kesejahteraan pekerja dan stabilitas sosial di wilayah tersebut.

 

 

Pos terkait