Hari Kartini di Kalteng: Antara Kemajuan dan Tantangan Kesetaraan Perempuan

Dok : ilustrasi Ai

kaltengpedia.com – Peringatan Hari Kartini setiap 21 April kembali menjadi momentum refleksi atas perjuangan emansipasi perempuan yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini.

Di Kalimantan Tengah, peran perempuan menunjukkan perkembangan signifikan dalam berbagai sektor, mulai dari politik, sosial, hingga ekonomi. Namun, di balik kemajuan tersebut, tantangan kesetaraan masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Keterwakilan perempuan di lembaga legislatif masih belum seimbang. Dari total 45 kursi DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, hanya sebagian kecil yang diisi oleh perempuan.

Bacaan Lainnya

Beberapa legislator perempuan yang saat ini berkiprah di tingkat daerah antara lain Siti Nafsiah, Riska Agustin, Faridawaty Darland Atjeh, Pipit Setyorini, dan Endang Susilawatie.

Sementara itu, di tingkat nasional, perempuan Kalteng juga memiliki perwakilan seperti:

  • Andina Thersia Narang
  • Siti Aseanti

Keberadaan mereka menunjukkan bahwa perempuan Kalteng mampu bersaing di level yang lebih tinggi, meski secara jumlah masih terbatas.

Perempuan Jadi Penggerak di Ranah Sosial

Selain di politik, perempuan juga berperan besar dalam pembangunan sosial. Melalui organisasi kemasyarakatan seperti PKK, kontribusi perempuan terasa langsung di tengah masyarakat.

Ketua TP PKK Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, dinilai aktif mendorong berbagai program pemberdayaan perempuan, mulai dari pendidikan keluarga, kesehatan, hingga peningkatan ekonomi rumah tangga.

Peran ini menjadi bukti bahwa perempuan tidak hanya hadir di ruang formal, tetapi juga menjadi penggerak utama di tingkat akar rumput.

Dalam konteks sejarah dan budaya, Kalimantan Tengah juga memiliki sosok perempuan inspiratif seperti Nyai Balau.

Ia dikenal sebagai figur perempuan yang berani dan berprinsip, menjadi simbol bahwa sejak dahulu perempuan di daerah ini telah memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan perjuangan.

Hari Kartini bukan hanya perayaan simbolik, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perjuangan kesetaraan masih berlanjut.

Perempuan di Kalimantan Tengah telah menunjukkan kemajuan dalam berbagai bidang. Namun, upaya untuk memperluas akses, meningkatkan representasi, serta memperkuat peran perempuan di berbagai sektor tetap perlu didorong secara berkelanjutan.

Semangat Raden Ajeng Kartini telah membuka jalan bagi perempuan Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah.

Kini, tantangannya adalah memastikan bahwa semangat tersebut tidak hanya dikenang, tetapi terus diwujudkan dalam kehidupan nyata—melalui kebijakan, kesempatan, dan ruang yang setara bagi seluruh perempuan.

Pos terkait