Kaltengpedia.com – Suasana penutupan Kalteng Expo 2026 di Bundaran Besar Palangka Raya, Sabtu malam (23/5/2026), sempat menjadi perhatian publik setelah muncul dialog antara seorang warga Muara Teweh dan pembawa acara (MC) terkait kondisi jalan Palangka Raya–Muara Teweh.
Momen tersebut terjadi ketika MC memberikan kesempatan kepada sejumlah warga untuk menyampaikan pesan kepada pemerintah di hadapan ribuan masyarakat serta pejabat daerah yang hadir, termasuk Gubernur Kalimantan Tengah, Kapolda Kalteng, dan unsur Forkopimda.
Dalam kesempatan itu, seorang warga menyampaikan harapan agar pemerintah memperbaiki infrastruktur jalan, khususnya ruas Palangka Raya–Muara Teweh.
“Ini tolong diperbaiki jalan raya, terutama yang dari Palangka Raya ke Muara Teweh,” ujar warga tersebut yang langsung disambut tepuk tangan dan sorakan dukungan dari masyarakat yang hadir.
Video percakapan itu kemudian beredar luas di media sosial dan menjadi perbincangan masyarakat Kalimantan Tengah. Banyak warganet menilai keluhan tersebut mewakili aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan di wilayah pedalaman.
Menanggapi polemik yang berkembang, Saipin selaku Master of Ceremony (MC) kegiatan Huma Betang Night menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat Kalimantan Tengah.
“Saya Saipin, Master of Ceremony (MC) kegiatan Huma Betang Night pada tanggal 23 Mei 2026. Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kalimantan Tengah yang merasa kurang nyaman atau tersinggung atas ucapan saya,” ujarnya dalam pernyataan klarifikasi.
Ia menegaskan tidak memiliki maksud lain dari pernyataannya saat itu. Menurutnya, ucapan tersebut disampaikan semata-mata untuk memastikan ruas jalan yang dimaksud warga, karena berdasarkan pemahamannya tidak seluruh jalan Palangka Raya–Muara Teweh berada dalam kondisi rusak.
“Namun, apabila perkataan saya dinilai kurang tepat dan telah melukai perasaan masyarakat Kalimantan Tengah, dengan tulus saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,” lanjutnya.
Saipin juga berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran agar dirinya lebih bijak dan berhati-hati dalam bertutur kata di ruang publik.
Di sisi lain, penutupan Kalteng Expo 2026 tetap berlangsung meriah dengan berbagai hiburan rakyat, pertunjukan seni, dan pesta lampu yang dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah.
Meski demikian, aspirasi warga terkait kondisi jalan penghubung Palangka Raya–Muara Teweh menjadi salah satu isu yang paling banyak mendapat perhatian publik usai acara tersebut.



















