Viral !Pembantaian Sadis di Perbatasan Kalteng–Kaltim: Polisi Tangkap Tiga, Konflik Lahan Mengemuka

Dok : ilustrasi

kaltengpedia.com – Satuan Reskrim Polres Barito Utara berhasil menangkap tiga terduga pelaku pembantaian yang terjadi di Benangin, Kecamatan Teweh Timur, wilayah perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto mengungkapkan, ketiga terduga pelaku masing-masing berinisial VN (pria), LK (pria), dan SA (perempuan). LK diketahui pernah menjabat sebagai kepala desa di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

“LK dan SA merupakan pasangan suami-istri, sedangkan VN yang ditangkap di Kaltim merupakan saudara dari SA,” ujarnya di Muara Teweh, Selasa (21/4/2026).

Bacaan Lainnya

Ketiganya diduga terlibat dalam tindak pidana pembunuhan yang menewaskan lima orang dan menyebabkan satu korban lainnya mengalami luka berat. Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap pengembangan.

Kapolres menjelaskan, para terduga pelaku ditangkap di tiga lokasi berbeda pada Selasa pagi. Diketahui, antara korban dan pelaku memiliki hubungan keluarga.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi telah mengamankan barang bukti berupa sebilah parang atau mandau. Selain itu, keterangan saksi menyebutkan sempat terdengar suara letusan, dan ditemukan luka pada korban yang diduga akibat tembakan.

Peristiwa tragis ini diduga dipicu sengketa lahan di kawasan hutan dekat jalan perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) PT Timber Dana kilometer 95.

“Sebelumnya memang ada sengketa lahan antara dua kelompok keluarga. Kedua pihak sama-sama mengklaim kepemilikan,” jelas Kapolres.

Konflik tersebut diduga memicu penyerangan ke sebuah pondok yang berujung pada pembantaian. Polisi pun menjerat para pelaku dengan Pasal 459 subsider Pasal 458 KUHP terkait pembunuhan berencana.

Sementara itu, terkait kemungkinan adanya pelaku lain yang masih buron, pihak kepolisian menyatakan proses penyelidikan masih terus berjalan.

“Kami sudah mengamankan tiga terduga pelaku. Perkembangan lebih lanjut masih didalami. Mohon bersabar,” tegasnya.

Peristiwa ini sendiri terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan PT Timber Dana, Benangin, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara.

Satu keluarga yang terdiri dari enam orang warga Desa Benangin II menjadi korban dalam kejadian tersebut. Lima orang dinyatakan meninggal dunia, yakni Cuah (55), Hasna (40), Tasya Haulina (17), David (3), dan Ono (50).

Sementara satu korban lainnya, Alfian (40), mengalami luka berat dan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Muara Teweh.

Pos terkait